Petani Simpan 13 Plastik Berisi Sabu

SUMENEP – Kamil, 32, warga Dusun Kleben, Desa/Kecamatan Guluk-Guluk, disergap tim Buser Satnarkoba Polres Sumenep  kemarin (1/4). Pria yang berprofesi sebagai petani itu diketahui menyimpan 13 plastik berisi sabu-sabu (SS).

”Jumlah total sabu yang diamankan seberat 5,43 gram,” ungkap Kasubbaghumas Polres Sumenep AKP Hasanuddin kepada wartawan kemarin. Kamil ditangkap saat duduk santai di belakang rumah tetangganya. Polisi bergerak cepat setelah mendapat laporan dari warga.

Berdasarkan informasi yang masuk ke telinga polisi, peredaran narkoba di Guluk-Guluk mulai marak. Konsumen dan pengedarnya merupakan kalangan petani. Nah, untuk memastikan kebenaran info tersebut, tim buser satnarkoba dipimpin  Kasatnarkoba Polres Sumenep Iptu Joni Wahyudi melakukan penyelidikan.

Hasilnya, polisi berhasil menangkap Kamil di rumah tetangganya berinisial NV. Setelah ditangkap, Kamil digiring ke rumahnya. Polisi menggeledah rumah Kamil dan berhasil menemukan 13 paket SS dibungkus  plastik klip kecil. ”Setiap plastik   isinya berbeda-beda,” tambah Hasanuddin.

Kamil pun mengakui barang  haram tersebut miliknya. Selain SS, polisi juga mengamankan handphone (HP) merek Nokia warna merah muda. Kini pelaku bersama barang bukti  (BB) diamankan di Mapolres Sumenep untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Mantan Kapolsek Manding  itu menyatakan, dugaan kuat pelaku adalah pengedar yang biasa  menjual SS di wilayah  Guluk-Guluk. Bahkan, 13 paket SS tersebut siap diedarkan. ”Barang haram itu dijual dengan harga setiap paketnya sekitar  Rp 200 ribu,” terangnya.

Perwira tiga balok emas di pundaknya ini menegaskan, kasus itu masih dalam penyelidikan. Polisi masih meminta keterangan tersangka dari mana asal barang haram tersebut diperoleh. ”Kami masih kembangkan kasus ini untuk membongkar jaringannya,” terangnya.

Polisi kelahiran Pamekasan ini menyatakan, tersangka dijerat dengan Pasal 114 ayat 1 Subsider Pasal 112 ayat 1 Undang-Undang Nomor 35  Tahun 2009 tentang Narkotika. Dengan ancaman kurungan  minimal 4 tahun dan maksimal 20 tahun. Juga, dikenai denda  minimal Rp 800 ribu dan maksimal Rp 10 miliar. (radar)

kata Kunci Terkait:

  • berapa dusun di desa guluk guluk
  • kasus raskin desa gukuk guluk