Pertanyakan Nasib Tenaga Honorer K2, Dewan Terbang ke Jakarta

SAMPANG – Pengangkatan tenaga honorer kategori dua (K2) menjadi PNS mendapat perhatian anggota dewan. Rombongan Komisi I  DPRD Sampang menuju Kementerian Pendayagunaan  Aparatur Negara dan Reformasi  Birokrasi (KemenPAN RB) di Jakarta.Mereka akan mempertanyakan nasib ribuan tenaga honorer di Kota Bahari.

Anggota-Komisi-I-DPRD-Sampang-sesaat-sebelum-berangkat-ke-Jakarta-kemarin.

Hingga saat ini pengangkatan terhadap 1.728 lebih honorer K2 belum jelas. Upah yang diterima mereka hanya Rp 200 ribu  tiap bulan. Padahal sebagian  besar di antara mereka sudah  berusia lanjut dan kritis. Sementara jika usia mereka lebih 45 tahun, tidak bisa diangkat jadi pegawai.

Sementara itu, secara keseluruhan di Sampang kekurangan sekitar 2.000 tenaga honorer. Karena itu, anggota dewan akan mempertegas rencana pemangkasan PNS yang diwacanakan beberapa waktu lalu. Ketua Komisi I DPRD Sampang Moh. Hodai mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi  dengan KemenPAN RB. Sehingga  kedatangan mereka akan  disambut bidang sumber daya  manusia (SDM).

”Kami pukul 10.00 sudah berada di sana. Kami  akan sampaikan semua aspirasi  tentang nasib K2,” katanya.  Kedatangan mereka tidak  jauh dari usaha-usaha sebelumnya.  Salah satunya tentang  nasib K2 yang perlu diangkat jadi PNS. Terlebih dalam tiga  bulan terakhir ada 30 kepala   sekolah pensiun. Itu pun belum  termasuk PNS di instansi lain.

Kedatangan mereka juga untuk mempertegas rencana KemenPAN RB untuk pemangkasan satu juta PNS. Pihaknya memastikan, regulasi pemangkasan dilakukan pemerintah pusat atau dipasrahkan kepada daerah.  Politikus Partai Demokrat itu  menyatakan, rencana tersebut memunculkan keresahan di kalangan PNS dan tenaga honorer.

Sebab harapan mereka secara otomatis akan pupus untuk diangkat menjadi abdi negara. ”Pemangkasan PNS ini  menjadi hantu,” ujarnya.  Pihaknya membawa data konkret soal kekurangan PNS di daerahnya. Termasuk data pengabdian tenaga K2 yang rata-rata 20 tahun lebih.

Mereka  berjanji akan memperjuangkan  nasib mereka.  Agus Khusnul Yakin, anggota  komisi I yang lain, mengatakan, kunjungan ke KemenPAN RB  sudah direncanakan sejak 2015. Namun karena agenda komisinya padat, baru terlaksana  sekarang.

Kunjungan mereka juga berdasar aspirasi tenaga K2  yang minta keadilan. ”Setidaknya  kami bisa memperjuangkan ambahan bayaran tenaga honorer  K2,” ucapnya.   Sedikitnya, lima anggotakomisi I berangkat ke Jakarta.  

Mereka berangkat sekitar pukul  13.30 dari kantor dewan. Sekitar pukul 17.00 mereka terbang ke Jakarta melalui Bandara   Juanda. Pukul 10.00 hari ini  mereka dijadwalkan berada di kantor KemenPAN RB. Wakil Bupati Sampang Fadhilah Budiono berharap upaya wakil rakyat itu berhasil.

Menurut dia, nasib tenaga honorer K2 yang tak jelas juga  perlu perhatian serius dari pemerintah pusat. ”Kami sangat  mendukung kegiatan itu. Kami berharap tenaga honorer  K2 juga ikut mendoakan agar usaha itu sesuai dengan harapan,”  harapnya. (radar)