Pertanyakan Kejelasan Dana Bagi Hasil Migas

SUMENEP – Puluhan aktivis Jong Sumenep Independent (JSI) menggelar demo kemarin (15/12). Mereka menyerukan dana bagi  hasil (DBH) minyak dan gas bumi  (migas) agar diserahkan secara  adil dan benar kepada Sumenep.

Aktivis-Jong-Sumenep-Independent-(JSI)-menggelar-demo-tentang-DBH-migas-di-sebelah-barat-Taman-Adipura-kemarin.

Aktivis mahasiswa itu berkumpul  di sebelah barat Taman Adipura  sejak pagi. Rencana awal, mereka  akan mendatangi kantor DPRD.  Tapi, karena para wakil rakyat menjalani reses, demonstrans menggelar  orasi di depan Masjid Agung.

Para pemuda meminta, DBH  migas yang memang menjadi jatah Sumenep diberikan secara utuh. Salah seorang demonstran  Siraojuddin mengatakan, DBH migas untuk Sumenep belum direalisasikan dengan benar oleh  Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

”Ironis, Sumenep belum mendapatkan  haknya sebagai daerah  penghasil migas,” katanya.  Semua pihak, terutama DPRD,  harus mendesak pemerintah  agar DBH migas untuk Sumenep  terealisasi dengan benar. Dengan begitu, keberadaan perusahaan  migas yang beroperasi di  wilayah Sumenep bisa dirasakan masyarakat manfaatnya.

Di sela-sela aksi yang berlangsung satu jam itu, demonstrans membakar kertas karton berisi protes terhadap realisasi DBH  migas yang tidak benar. Hazmi,  orator aksi, menambahkan, demonstrasi dilakukan agar DPRD dan pemkab mengawal DBH migas dengan sungguhsungguh.

”Kami tidak akan berhenti menanyakan  langkah nyata DPRD dan pemkab untuk memperoleh hak Sumenep sebagai  daerah penghasil migas,”  ujarnya bersemangat. Aksi yang  mendapat pengamanan ketat
dari aparat kepolisian itu akhirnya  bubar dengan tertib setelah  mahasiswa puas berorasi.

Secara terpisah, anggota Komisi II DPRD Sumenep Nurus Salam anggota Komisi II DPRD Sumenep Nurus Salam setuju dengan desakan mahasiswa agar Sumenep memperjuangkan hak-haknya tentang DBH migas. Untuk mewujudkan hal itu, dibutuhkan komunikasi politik intens  dan koordinasi antar pimpinan  daerah. ”Agar Sumenep bisa memperoleh hak DBH  migas sesuai ketentuan,” katanya.  (radar)