Perssu Taklukkan PSIM Jogjakarta

SUMENEP – Laga 16 besar Indonesia Soccer Championship (ISC) B berlanjut. Laga pertama, Perssu Kaisar Madura dipertemukan dengan PSIM Jogjakarta kemarin (1/10) di Stadion A. Yani, Sumenep. Laskar Kuda Terbang berhasil mencuri tiga poin pada laga kandang itu.

Laskar Mataram takluk dengan skor 1-0. Gol semata  wayang itu menjadi pembuka yang baik bagi penggawa Perssu melakoni ISC B babak 16 besar. Persaingan sengit berlangsung sejak awal laga. Adu skill dan  kekuatan fisik terlihat jelas di  lapangan hijau.

Sorak sorai Peccot Mania dan Brajamusti bersahut-sahutan memberi suntikan semangat bagi Perssu. Nah, 12 menit pertandingan berjalan, Perssu mendapat peluang cantik. Benteng pertahanan PSIM Jogjakarta lemah. Kesempatan emas  itu tidak disia-siakan.

Melalui tendangan tajam, Mochammad Solechudin  merobek gawang lawan.  Skor berubah 1-0 untuk kemenangan Perssu hingga turun minum. Babak kedua, tensi permainan meningkat. Kedua tim kerap  adu fisik. Dua kartu kuning keluar dari kantong wasit Jusman R.

Pelatih PSIM Jogjakarta Erwan Hendarwanto mengatakan, 10 menit awal menjadi kunci kekalahanLaskar Mataram. Dia mengakui pertahanan timnya lemah. Anak asuhnya ngotot pressing di lini depan. Kelemahan itu menjadi peluang  bagi Perssu. Kelengahan benteng pertahanan dimanfaatkan untuk mencetak gol.

”Mereka (pemain PSIM Jogjakarta, Red) ngotot, Perssu bermain bagus,” katanya. Erwan mengaku, kondisi seperti itu baru kali pertama dialami tim besutannya. Dengan demikian, ke  depan bakal menjadi bahan evalu- asi untuk memperbaiki performa tim.

”Akan diperbaiki,” tegasnya. Meski gagal mencuri poin, dia   mengaku bangga terhadap para penggawanya. Sebab, meski harus   menempuh perjalanan jauh dari  Jogja ke Sumenep, mereka tetap bermain optimal selama 90 menit. Pelatih Perssu Kaisar Madura  Salahudin bersyukur atas kemenangan timnya.

Dia menyampaikan terima kasih kepada semua  pihak yang telah mendukung penuh sehingga mengantarkan tim besutannya menang. Hanya, diakui permainan Perssu kurang baik. Pemicunya, selama babak penyisihan, Laskar Kuda  Terbang tidak pernah dipertemukan dengan tim yang seimbang.

”Masih kurang, akan terus kami evaluasi,” katanya. Salahudin mengatakan, evaluasi lainnya yakni emosi pemain. Sebab, dalam menjamu lawan, penggawa Perssu terbawa emosi.  Akibatnya, performa permainan buruk. ”Stamina menurun, emosi pun tinggi, ini yang perlu diperbaiki,” tandasnya. (radar)