Headline News:

Penggelapan Uang BNI, Di Duga Keterlibatan Karyawan Lain

Polisi terkait Penggelapan Uang di BNI 46
SAMPANG-Kasus penggelapan uang kantor Bank Negara Indonesia (BNI 46) Kantor Kas Ketapang terus bergulir. Penggelapan uang Rp 3,75 miliar itu ditengarai ada keterlibatan pengawai BNI 46 lainnya. Sehingga pihak Polres Sampang terus melakukan penyelidikan. Namun pihak pimpinan cabang pembantu BNI Sampang bungkam, Kapolres Sampang AKBP Imran Edwin Siregar melalui Kasatreskrim AKP Jeni Al Jauza mengatakan hingga kemarin (9/ 10) masih terus mengembangkan kasus tersebut.


Dimungkinkan kata Jeni, ada indikasi tersangka dan pelaku baru lainnya. “Kami masih belum bisa memastikan ada berapa pelaku yang terlibat. Tapi dipastikan ada karyawan lainnya yang terlibat,” terang AKP leni Aljauza kepada media. Hingga kemarin pihak kepolisian sedang mengumpulkan alat-alat bukti lainnya yang ada di kos-kosan Eka Firdaus yang berada di Ketapang. Menurut Jeni, dalam waktu dekat dimungkinkan akan ada pelaku baru yang akan ditangkap.

Kepada Jawa Pos Radar Madura, Jeni mengatakan pasca terungkapnya kasus penggelapan uang oleh Eka Firdaus, karyawan yang bertugas di Kantor Kas BNI 46 Ketapang semuanya dipindah. Meski demikian, pihaknya mengatakan dipindah ke mana pun apabila ada indikasi keterlibatan, maka pidana karyawan yang bersangkutan tetap berlanjut. “Pasca di audit oleh internal BNI 46, semua karyawannya (Kantor Kas BNI 46 Ketapang, Red) dipindah. Banyak yang dipindah ke Sumenep.

Tapi kalau ada indikasi keterlibatan karyawan lainnya, pidananya akan berlanjut,” tegas Kasatreskrim. Sementara itu, Jawa Pos Radar Madura kemarin mencoba menemui pimpinan BNI Cabang Sampang untuk meminta konfirmasi terkalt penetapan Eka Firdaus sebagai tersangka penggelapan uang kantor. Sayangnya, pihak bank justru menutup diri. Kemarin, Pimpinan Cabang Pembantu BNI Sampang Made Mahmoediarty enggan berkomentar. Bahkan, tidak menerima Jawa Pos Radar Madura yang hendak meminta konfirmasi.

Ketika mendatangi bank tersebut, Jawa Pos Radar Madura langsung distop di depan pintu masuk bank oleh petugas keamanan (security) BNI 46 Cabang Pembantu Sampang yang berada di Jalan Wahid Haqrim. Security bernama Imam Haririyanto itu mengatakan, bahwa pihak pimpinan tidak bisa berkomentar terkait kasus tersebut. Menurutnya, Made Mahmoediarty telah memberikan mandat apabila ada wartawan hendak konfirmasi disuruh langsung konfirmasi ke BNI 46 Cabang Madura di Pamekasan. Sebab di sana yang bertanggung jawab dan mempunyai kewenangan.

“Tadi Ibu Made berpesan, kalau ada wartawan disuruh langsung konfirmasi ke cabang Pamekasan. Di Pamekasan yang lebih berwenang. Sebab, di sini statusnya sama antara cabang pembantu Sampang dengan yang di Ketapang,” terang security kemarin. Tak puas dengan infomasi dari pihak security, koran ini pun berusaha menghubungi langsung Made Mahmoediarty. Namun, panggilan telepon yang dilakukan koran ini tidak mendapatkan respons. Jawa Pas Radar Madura pun mendatangi Kantor BNI 46 Cabang Madura yang berada di Jalan Kabupaten Pamekasan.

Namun, Bagus Suhandoko selaku pimpinan cabang sedang tidak ada di kantor. Kemarin koran ini diterima oleh Wakil Pimpinan Cabang Muhammad Khotib. Akan tetapi, Khotib -sapaan akrabnya mengatakan tidak bisa memberikan keterangan apa pun terkait kejadian penangkapan Pimpinan Kantor Kas BNI 46 Ketapang Eka Firdaus. “Bukan wewenang saya. Itu wewenang pimpinan (Bagus Suhandoko. Red) untuk memberikan klarifikasi. Sekarang pimpinan sedang ke Surabaya. kata Khotib singkat. Namun, Khotib enggan memberikan informasi apa tujuan Bagus ke Surabaya.

Dipancing apakah pergi ke Kantor Wilayah BNI 46 di Surabaya? Bagus menyatakan tidak. Dia hanya mengatakan, jika pimpinan ke Surabaya karena ada undangan. Ditanya undangan apa, Khotib hanya diam lalu kembali mengatakan ada undangan di Surabaya tanpa menjelaskan lebih jauh. “Nanti kami akan mengadakan jumpa pers terkait kasus ini. Tapi tunggu pimpinan tiba di Pamekasan,” kilahnya. Ditanya kapan waktu jumpa pers itu? Khotib juga tidak bisa memastikan “Pastinya dalam minggu ini. Nanti kami akan menghubungi para wartawan ketika akan melakukan jumpa pers,” papamya kepada Jawa Pos Radar Madura. (radar)

Berita Bangkalan, Berita Sampang, Berita Pamekasan, Berita Sumenep

↑ Grab this Headline Animator

kata Kunci Terkait:

  • Kenaikan gaji karyawan bni 2014
  • no talipon bank bni pemakasan madura
  • naik gaji bni
  • no telp bni 46 pamekasan
  • eka firdaus bni sampang
  • kasus penggelapan uang bank
  • kabar2 gaji pemain cahaya muda madura
  • gaji wakil cabang BNI 46
  • gaji karyawan tetap bni 2014
  • penggelapan uang BNI

Komentar Anda

komentar

Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com