Penataan PKL Tidak Jelas

PU Cikatarung Tunggu Evaluasi Bersama

PAMEKASAN – Keseriusan  Pemkab Pamekasan untuk mensterilkan area Monumen Arek Lancor dari pedagang kaki lima (PKL) patut dipertanyakan. Buktinya, kemarin (24/1) banyak PKL yang mangkal di area taman kota  tersebut.

Sejumlah-PKL-mangkal-di-sekitar-area-Monumen-Arek-Lancor-kemarin

Padahal sejak dua tahun terakhir, pemkab selalu berjanji akan merelokasi PKL Arek Lancor ke tempat lain. Kepala Dinas PU Cikatarung  Pamekasan Muharram mengatakan, panataan PKL Arek  Lancor masih tahap evaluasi  dari sisi regulasi. Pihaknya mengaku sudah   mengundang instansi terkait,  seperti satpol PP, dinas koperasi  dan UKM, serta elemen  lainnya untuk membahas  konsepnya.

”Tinggal evaluasi  bersama dispenda dan disperindag,” ungkap Muharram.  Muharram memastikan bahwa
penataan PKL Arek Lancor  belum bisa dilakukan dalam  waktu dekat. Meskipun, secara kuantitas di bawah sudah  siap, seperti pagarisasi  Arek Lancor, namun pihaknya  tetap menunggu hasil evaluasi bersama. Sebab, penataan itu harus mendapat dukungan dari  dinas terkait.

”Memang rupa-rupanya kian hari kami lihat semakin tidak terkendali. Kesannya sangat semrawut. Ya, tunggu saja jadwalnya kapan akan dilakukan  penataan,” kata dia. Muharram menegaskan, penataan dimaksud bukan lantas  para PKL dilarang berjualan  di Arek Lancor. Namun akan   diatur waktu bisa berjualan hingga lokasi mana saja yan    boleh ditempati.

”Tidak bisa  24 jam PKL full stay di Arek  Lancor. Termasuk, nanti akan  di data mana PKL yang berizin dan tidak,” paparnya.  Sementara itu, Sekretaris Satpol PP Pamekasan Amin Jakfar  mengatakan, pihaknya memang    pernah diundang untuk  membahas penataan  PKL Arek  Lancor.

Namun, dalam hasil  pembahasan itu masih ingin  dikoordinasikan dulu dengan dinas terkait dan bupati. ”Jadi, kami hanya menunggu perintah. Intinya, bila sudah ada komando untuk ditindak, kami laksanakan,”  tandasnya. (radar)