Penambang Tewas Tertimpa Batu

PAMEKASAN – Penambang batu tradisional Horfi Amiruddin, 38, tewas saat menambang kemarin (30/12) . Warga Dusun Tengginah, Desa Klompang Timur, Kecamatan Pakong  itu tewas akibat tertimpa bongkahan batu yang jatuh  di lokasi tambang miliknya  yang berjarak sekitar 100 meter dari rumahnya.

Warga-melihat-lokasi-tambang-yang-telah-dipasangi-police-line-kemarin.

Bongkahan batu yang dicongkel korban dengan linggis jatuh menimpa kepalanya. Bapak dua anak ini menderita luka di  kepalanya dan mengeluarkan banyak darah hingga tewas di tempat kejadian perkara (TKP).

Warga sekitar, Totok Iswanto menceritakan, saat kejadian  korban tengah menambang batu gunung sendirian. Warga  di sekitar lokasi tambang menemukan  korban sudah dalam  kondisi tidak bernyawa. ”Setelah itu, polisi dan TNI  datang mengevakuasi korban.  Petugas puskesmas juga datang melakukan visum luar,” ujar  Totok kepada wartawan.

Dandim 0826/Pamekasan Letkol Arm Mawardi Arie  Arumbinang  menambahkan,  insiden maut itu terjadi sekitar  pukul 08.00. Korban menambang sendirian.  Nahas, tiba-tiba bongkahan   batu agak besar jatuh dan menimpa kepala Horfi Amiruddin.

Korban tidak sempat menghindar   untuk menyelamatkan diri.  Saat kejadian, lanjut Mawardi, kondisi  uaca sedang hujan.  ”Anggota kami dan Polsek Pakong  datang ke TKP membantu  evakuasi dan pemakaman setelah hujan reda,” katanya.

Kapolsek Pakong Iptu J Tirto menjelaskan, dari hasil olah TKP  yang dilakukan, dapat disimpulkanbahwa bongkahan batu runtuh akibat adanya aktivitas penambangan batu. Apalagi,  sekarang musim hujan, tanahjadi rapuh.

”Itu bukan longsor.Ada kemungkinan korban mencongkel  batu,” jelasnya. Menurutnya, lokasi tambang sudah beroperasi sejak  puluhan tahun silam. Namun sempat berhenti lama. Sekitar setengah bulan lalu, korban yang juga pemilik tanah mengoperasikan kembali lokasi tambang itu.

”Kami telah menutup lokasi galian dengan memasang police  line,” jelasnya.  Penambangan di wilayah Kecamatan Pakong, termasuk tambang yang memakan korban itu  tak berizin atau ilegal semua.  Jauh-jauh hari Muspika Pakong sudah mengingatkan agar penambangan liar dihentikan.

Namun sayang tidak direspons. Apa yang akan dilakukan terhadap  lokasi tambang liar yang  lain? J. Tirto berjanji tidak akan membiarkan penambangan liar terus berlangsung. Dalam waktu dekat, forpimda punya rencana untuk mengumpulkan para kepala desa dan tokoh  masyarakat untuk menutup  lokasi tambang.

”Kami sudah punya data semua lokasi tambang,” paparnya.  Untuk diketahui, korban meninggalkan   dua anak yang masih kecil. Satu anak laki-laki   kelas VIII MTs dan satu perempuan  yang masih duduk di bangku PAUD. Sementara sang istri sudah meninggal sekitar  dua tahun lalu. (radar)

kata Kunci Terkait:

  • dusun desa klompang timur