Pembangunan Sisi Madura Lamban

BANGKALAN – Sejak Jembatan Suramadu dioperasikan, pemandangan yang paling tidak menarik berada di sisi Madura.  Sebab, fasilitas yang direncanakan  dibangun, sampai saat ini tidak direalisasikan. Wakil Bupati (Wabup) Bangkalan Mondir A. Rofii kemarin (6/3)  mengatakan, pembangunan wilayah sekitar Suramadu sisi Madura lebih lamban dibandingkan  dengan sisi Surabaya.

Meski-tarif-tol-turun-50-persen,-tidak-terjadi-peningkatan-volume-kendaraan-yang-melintas-di-Suramadu.

”Isu pembangunannya saja yang getol, realisasinya tidak ada,” katanya. Dia berharap, pembangunan di kaki Jembatan Suramadu sisi Madura segera direalisasikan. ”Perbedaan antara sisi Madura dengan sisi Surabaya sangat signifikan,” ungkapnya.

Mondir juga menyoroti penurunan tarif tol Suramadu. Menurutnya, penurunan tarif tersebut berdampak negatif pada masyarakat Madura. ”Saya lebih sepakat, pembangunan yang diutamakan dibandingkan penurunan tarif,” ujarnya.

Penurunan tarif Suramadu dinilai dapat meningkatkan budaya konsumtif masyarakat Madura. Sebab, akses menuju Surabaya lebih mudah dan murah. ”Jelas budaya konsumtif  masyarakat Madura meningkat,” tegas Mondir. Pembangunan di sisi Madura  semestinya dilakukan sejak  lama agar meningkatkan perekonomian masyarakat.

”Pembangunan  sisi Madura lamban  sekali,” tandas dia. Menanggapi hal itu, Humas BPWS Faisal Yasir Arifin mengatakan,  rencana pembangunan  Suramadu wilayah Madura akan dilanjutkan tahun ini.  Ada beberapa kendala dalam  pembangunan Madura.

”Kami terkendala pembebasan lahan. Tapi, tahun ini kemungkinan tuntas,” katanya. Rencana pembangunan sisi  Madura sangat banyak sehingga memerlukan waktu cukup panjang. ”Kami akan berkoordinasi  lebih lanjut dengan pemerintah Bangkalan,” janjinya.

Sementara itu, pasca diturunkannya  tarif tol Suramadu, volume kendaraan yang melintas masih sama seperti hari-hari  biasa. Penurunan tarif berlaku  pada 1 Maret 2016. Namun  sejak pertengahan Februari hingga kemarin, volume kendaraan  yang lewat di Suramadu  justru mengalami penurunan.

Volume normal kendaraan  yang melintas di Suramadu  sekitar 15.000-16.000 unit per hari. Namun, pasca tarif tol turun 50 persen, yang melintas di Suramadu berkurang   menjadi sekitar 500-1.000 unit kendaraan per hari. ”Mungkin penurunan volume  kendaraan ini karena faktor cuaca. Informasi penurunan tarif tol mungkin juga belum  banyak yang tahu,” kata Kepala Gerbang Tol Suramadu Suharyono. (radar)

kata Kunci Terkait:

  • faisal humas bpws