Pelajaran Berharga dari Laskar Wong Kito

BANGKALAN – Pertemuan Madura United FC dengan Sriwijaya FC masih menjadi perbincangan hangat. Pasalnya, Laskar Sape Kerrap dua kali dibuat  tidak berdaya oleh tim asal Pulau Sumatera itu. Laskar Wong Kito juga sudah sepuluh kali membobol  gawang Hery Prasetyo selama bergulirnya Indonesia Soccer Championship (ISC) A.

Yang lebih mengherankan lagi, pemain yang menjadi aktor atas tersungkurnya  Laskar Sape Kerrap di kandang sendiri adalah Airlangga Sucipto. Sebab, pemain ini sangat jarang menjadi pilihan utama pelatih Sriwijaya FC Widodo C Putro.

Dia lebih percaya terhadap striker lokal lainnya seperti Abdul Musyafri. Dua pertandingan itu harus menjadi pelajaran bagi Gomes de Olivera selaku arsitek Madura United. Terlepas dari absennya Engelberd Sani, kekalahan itu mengungkap fakta bahwa lini pertahanan Madura  United sangat mudah ditembus.

Utamanya bagi tim yang memiliki kualitas pemain yang bagus dan berpengalaman.  Gomes tidak menyalahkan anak asuhnya atas kekalahan itu. Pelatih asal Brasil itu  menilai, kekalahan itu karena tim tamu lebih bagus. ”Selamat untuk Sriwijaya. Mereka adalah tim yang bagus, tim yang berpengalaman, dan memiliki barisan pemain yang berpengalaman pula,” tuturnya.

Namun, dia meminta kekalahan itu tidak menyurutkan semangat Fabiano Beltrame dan kawan-kawan. Menurutnya, kekalahan  itu bukanlah akhir. Pertandingan masih  panjang dan kesempatan untuk menjadi yang terbaik masih terbuka lebar.

Tugas  saat ini adalah mengevaluasi tim dan tetap fokus agar bisa tampil lebih maksimal pada  laga-laga berikutnya. Seusai pertandingan melawan Sriwijaya FC, Fabiano Beltrame dkk diberikan  jatah libur hingga empat hari. Latihan akan kembali dilanjutkan pada 18 September mendatang.

”Kami butuh segera melakukan persiapan dan evaluasi, banyak  kelemahan yang harus kami benahi,” ujar  Gomes. (radar)