Pejabat Tidur saat Bupati Sampaikan LKPj

PAMEKASAN – Penyampaian laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPj) bupati Pamekasan 2015 di gedung dewan diwarnai pemandangan menarik. Sejumlah pejabat eksekutif tidak menyimak materi yang disampaikan Bupati Achmad Syafii.

Sebagian-pejabat-tertidur-ketika-Bupati-Achmad-Syafii-menyampaikan-LKPj-2015-di-ruang-sidang-DPRD-Pamekasan-kemarin.

Sebab, para pejabat itu  tertidur di ruang sidang. Pantauan Jawa Pos Radar Madura (JPRM), pejabat yang tidur cukup banyak. Mereka terdiri atas kepala dinas, camat,  dan staf ahli. Namun, sebelum rapat paripurna selesai, mereka terbangun.

Staf Ahli Bupati Bagian Hukum  dan Politik Bahrun tidak membantah bahwa dirinya tertidur saat bupati menyampaikan  LKPj. Namun, itu terjadi  bukan karena unsur kesengajaan. Sebab, kedatangannya ke rapat paripurna untuk mendengarkan  laporan bupati yang disampaikan kepada dewan.

”Tertidur itu manusiawi. Kadang kecapekan karena  banyak tugas yang dikerjakan. Saya berterima kasih atas kritik  yang dialamatkan kepada kami,” ujarnya. Bahrun menyatakan, kritik itu diakui sebagai motivasi. Diharapkan, pada rapat berikutnya  lebih mempersiapkan diri. Terutama dalam hal menjaga kesehatan agar tidak mengantuk.

”Kritik itu berarti mengingatkan saya,” tambahnya. Perilaku pejabat tersebut dikecam pengamat politik Imaduddin. Menurut dia, bupati wajib marah, tersinggung, dan memberikan sanksi. Sebab, jika tindakan pejabat itu dibiarkan,  hanya akan mengganggu kinerja pemerintahan.

Lebih jauh, dia menyatakan, pejabat tidur saat bupati menyampaikan laporan menandakan tidak menganggap atasan sebagai pimpinan yang sesungguhnya. Fakta tersebut juga menandakan bupati tidak berwibawa. ”Kalau di hadapan bupati saja lelap, bagaimana  bisa melayani kepentingan  masyarakat dengan maksimal?” ujarnya.

Pria berpenampilan kalem itu menduga, mereka tertidur karena LKPj sudah dianggap tidak penting. Bahkan, mungkin laporan  itu hanya terkesan formalitas. Padahal, kata dia, mestinya, LKPj menjadi forum menegangkan eksekutif.

Di forum itulah, program  eksekutif yang dikerjakan dipertanggungjawabkan kepada legislatif.  Karena itu, keseriusan dan  komitmen mereka sebagai aparatur sipil negara (ASN) patut dipertanyakan. Termasuk dalam mempertanggungjawabkan kinerja.

”Kami  juga meminta LKPj bupati disampaikan kepada masyarakat agar tidak hanya menjadi domain DPRD,” pintanya. Wakil Ketua DPRD Pamekasan  Imam Khusairi juga menyayangkan  pejabat tertidur  itu. Dia menyatakan, hal tersebut menjadi indikasi bahwa  mereka tidak serius dan tidak   segan kepada atasan.

Padahal, materi yang disampaikan bupati merupakan realisasi program eksekutif selama 2015.  Dia mengatakan, para pejabat itu datang ke ruang sidang  DPRD untuk mengikuti rapat  paripurna LKPj bupati 2015. Tapi, jadi aneh bila mereka datang hanya untuk tidur.

”Kalau mau tidur, kan bukan di sini tempatnya,” keluhnya. Anggota DPRD Pamekasan Tatang meminta bupati melalui inspektorat menindak tegas mereka. Minimal memberikan teguran agar tidak terulang kembali. Sebab, banyak hadirin dari luar pemerintahan yang datang pada acara itu.

”Itu menandakan, mereka  tidak menghormati bupati  dan forum tertinggi di DPRD. Kalau hanya mau tidur tidak usah datang saja,” ujarnya. Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Pamekasan Alwi Beiq juga mengaku kecewa. Menurut dia,  pejabat harus tahu diri ketika menghadiri acara penting. Karena itu, dia menegaskan tidak pantas  ketika pejabat tidur, apalagi saat  bupati menyampaikan LKPj.

Dia berharap, pejabat serius ketika mengikuti acara resmi.  Sebab, LKPj bukan sekadar acara perkumpulan biasa.  ”Penting diikuti dan disimak,”  ucapnya. (radar)