Pegawai Dinas Keroyok Wartawan

Main Tenis Meja saat Jam Kerja

BANGKALAN – Kekerasan ter­hadap jurnalis masih saja terjadi. Terbaru, dialami wartawan Jawa Pos Radar Madura Ghinan Salman saat melakukan tugas jurnalistik di kantor Dinas PU Bina Marga dan Pengairan Bangkalan kemarin  (20/9) sekitar pukul 10.00.

Ketika itu, Ghinan hendak menemui Kepala Dinas (Kadis) PU Bina Marga dan Pengairan Taufan  Zairinsyah untuk keperluan kon­firmasi berita. Tapi, Taufan tidak ada di ruang kerjanya. Ghinan pun duduk di ruang tunggu kantor dinas tersebut.

Dari ruang bidang pembangunan jalan dan jembatan, terdengar suara bola pingpong. Ghinan mendekat dan memotret oknum pegawai  berpakaian batik yang bermain tenis meja. Sebab, waktu itu jam kerja aktif, yakni pukul 09.50. Tapi, mereka main tenis meja.

Usai mengambil foto, Ghinan duduk kembali di ruang tunggu kantor dinas PU bina marga dan pengairan. Dua menit kemudian, lebih  dari sepuluh pegawai keluar  ruangan dan mengintimidasi Ghinan. Pegawai tersebut marah­marah, lalu melakukan penga­niayaan serta pengeroyokan.

Ghinan tidak melakukan perlawanan saat dianiaya dan dikeroyok. Kemudian, dia pergi dari kantor dinas PU bina marga dan pengairan. Ghinan lantas mendatangi Mapolres Bangkalan. Pukul  11.00, dia melaporkan dugaan tindak kekerasan dan penganiayaan tersebut ke polres.

Dia mengaku sangat dirugi­kan akibat kekerasan yang dilakukan oknum pegawai Dinas PU Bina Marga dan Pengairan Bangkalan. Dia menganggap, penganiayaan itu sebagai bentuk menghalang-­halangi kerja insan pers. ”Kalau pemukulan dan pengeroyokan ini tidak saya laporkan ke polres, arogansi pegawai bisa semakin menjadi-­jadi,” katanya.

Tujuan melapor kepada polisi  agar kekerasan terhadap jurnalis tidak terulang. Dia berharap, polisi bergerak cepat mengusut  dugaan pelanggaran pasal 4  ayat (3) Undang­Undang (UU) Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers tersebut. Wakil Bupati (Wabup) Bang­kalan Mondir A. Rofii mengecam perbuatan oknum pe­gawai dinas PU bina marga dan pengairan yang menge­royok wartawan.

Menurut  dia, yang dilakukan wartawan mengambil foto pegawai sedang bermain tenis meja su dah benar.  ”Kerjaan pegawai memang begitu. Ya main pingpong, ya keluyuran. Kerjanya tidak jauh­ jauh dari itu,” sindirnya. Dia menegaskan, pegawai seharusnya bekerja dengan benar. Bermain tenis meja saat  jam kerja terus memukul wartawan, itu salah besar. Apalagi  wartawan saat itu melakukan  tugas jurnalistik yang dilind­ungi UU 40/1999.

”Oknum pegawai itu kurang ajar. Kami akan menindak­ lanjuti persoalan ini,” tegasnya. ”Karena kalau dibiarkan, menjadi kebiasaan. Masak dia (pegawai, Red) yang seharusnya menjadi pelayan masyarakat, bersikap arogan.  Itu tidak benar,” imbuhnya.

Kepala Dinas PU Bina Marga dan Pengairan Bangkalan  Taufan Zairinsyah meminta  maaf atas kelakuan oknum pegawai yang mengeroyok  wartawan. Dia mengajak ber­damai. ”Kami minta maaf.  Damai saja. Bagaimana kalau bertemu, sambil makan rawon  atau gule,” ujarnya.

Sekretaris Komisi A DPRD  Bangkalan Mahmudi menyesalkan perbuatan oknum pe­gawai mengeroyok wartawan. Dia mengecam perbuatan tersebut. Mahmudi akan men­desak BKD, inspektorat, dan  bupati Bangkalan agar memberikan sanksi kepada oknum  pegawai yang melakukan pengeroyokan.

”Secara hukum, biar polisi yang memproses,” katanya. Ketua PWI Bangkalan Jimhur Saros berjanji bakal  mengawal hingga tuntas kasus dugaan pengeroyokan  wartawan. Dia berharap, penyidik Polres Bangkalan menggunakan pasal 4   ayat (3) UU 40/1999 tentang  Pers.

”Kami siap mengawal sampai ke akar-­akarnya.  Profesi wartawan dilindungi  undang-­udang,” tegasnya. Kapolres Bangkalan AKBP Anissullah M. Ridha mengungkapkan, pihaknya sudah menerima laporan dari  wartawan Ghinan dan akan  memproses sesuai hukum.

Dia berjanji bakal mengungkap kasus tersebut.  Dia menegaskan akan men­erapkan pasal penganiayaan dan pengeroyokan serta UU  Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. ”Kami akan menindak oknum pegawai yang melakukan pengeroyokan.  Kasus yang menimpa saudara  Ghinan Salman kami proses,” tandasnya. (radar)

kata Kunci Terkait:

  • berita wartawan yg di pukul di kantor dinas pu bina marga