Pasar Sedangdang Terbakar Menjelang Relokasi

Pedagang: Apa Sengaja Dibakar Ya?

PAMEKASAN – Kobaran api yang membakar kios mengejutkan puluhan pedagang di Pasar Sedangdang kemarin (29/1). Api kali pertama muncul dari kios sol sepatu yang sudah tutup. Api dengan cepat melahap 80 kios di Jalan Kemayoran, Pamekasan.

Pasar-Sedangdang-Terbakar-Menjelang-Relokasi

Tak ayal, para pedagang yang hendak direlokasi ke Tapsiun itu sibuk menyelamatkan barang dagangannya dan memadamkan api dengan alat seadanya. Tetapi, angin kencang membuat api cepat membesar dan kios yang mayoritas dari kayu itu ludes terbakar.

Santoso, salah seorang saksi  mata mengungkapkan, kebakaran Pasar Sedangdang  menimbulkan sejumlah pertanyaan bagi pedagang. Apalagi,  api kali pertama muncul dari   dalam kios sol sepatu milik Makmun yang sudah tutup.

Herannya, api bisa muncul dari kios yang tidak ada sambungan listrik dan kompor sumber api lainnya. ”Setelah duhur toko  itu tutup, tiba-tiba ada api dan  merembet ke kios saya. Padahal  tidak ada kompor dan listrik.   Apakah ini sengaja dibakar?”  ungkap Santoso dengan penuh tanya kemarin.

Akibat dari kebakaran tersebut, pria asal Proppo itu mengaku mengalami kerugian sekitar Rp 500 juta. Sebab, mayoritas barang  dagangannya yang berupa  konfeksi ludes. Hanya sedikit yang bisa diselamatkan. ”Saya juga berharap kepada pihak kepolisian agar mengungkap penyebab  kebakaran,” harapnya.   Menurut

Ketua Paguyuban Pedagang Sedangdang, M  Hotib, dilihat dari kronologi, kemungkinan ada yang sengaja membuat pasar kebakaran. Apalagi, pedagang yang berdagang di lahan milik  TNI itu terkesan menolak rencana relokasi.

Selain itu, pemadam kebakaran (damkar) terlambat datang  ke lokasi. Apalagi, yang  datang hanya 1 unit damkar.  Tak heran, jika banyak pedagang berteriak mengungkapkan  kekecewaannya.  ”Damkarnya datang setelah  semua kios ludes. Itu pun hanya 1 mobil,” katanya.

Pantauan Jawa Pos Radar Madura di lokasi kemarin,  sejumlah pedagang terlihat shock. Mereka berusaha menyelamatkan sisa-sisa barang dagangannya. Ada yang terlihat pasrah, ada juga yang menangis histeris ketika melihat barang dagangannya  hangus terbakar.

Kapolres Pamekasan AKBP Sugeng Muntaha juga belum bisa memastikan penyebab kebakaran. Menurutnya, anggotanya masih melakukan pengamanan di sekitar lokasi dan olah TKP. ”Kita masih melakukan pemeriksaan  saksi-saski,” katanya.  (radar)