Headline News:

Pakai Sandal Ditolak, Satpam Galak Sungkan Tegur Kiai

Gedung MK yang megah mendadak menjadi berantakan. Kehadiran ratusan pendukung dari pihak bersengketa pemilukada Bangkalan dan Sampang menyisakan beragam cerita menarik. Berikut hasil liputan langsung wartawan Jawa Pos Radar Madura dari Jakarta.


——————————————–
JAM dinding di lantai satu gedung MK tepat menunjukkan pukul 12.00. Puluhan polisi bersenjata lengkap tampak sudah siaga. Selain mengamankan jalannya sidang putusan sengketa pemilukada, terdapat pula aksi demo dari pasangan Imam-Zein (Imam Buchori- Zainal Alim) di depan gedung MK. Meski jadwal sidang baru sejam lagi, berbagai mobil mewah mulai berdatangan. Beberapa bus juga mulai merapat.

Mereka mayoritas pendukung pasangan Makmur (Makmun Ibnu Fuad-Mondir Rofi i) dan Al Falah (Fanan Hasib-Fadilah Budiono). Massa yang mulai berdatangan mulai membuat kewalahan petugas pintu utama MK. Maklum, setiap pengunjung harus melewati metal detector dan diperiksa ketat. Aturan tegas juga diberlakukan petugas keamanan dalam MK dan aparat kepolisian Tak sedikit pengunjung yang ditolak masuk.

Terutama, mereka yang menggunakan sandal. ”Maaf Pak, tak bersepatu tak bisa masuk,” ungkap petugas. Namun, petugas tampak bimbang ketika 10 kiai khos asal Bangkalan datang. Maklum, mayoritas mereka memakai sarung, bersurban dan menggunakan sandalet (sepatu sandal). Petugas pun tak kuasa melarang rombongan ulama itu masuk ke gedung MK. Begitu juga ketika beberap pendukung Al Falah datang dengan busana tak jauh berbeda.

Membeludaknya massa pendukung yang datang, juga membuat sekretariat MK kalang kabut. Mereka tampak naik turun tangga membawa kursi dan menyiapkan tambahan televisi di luar ruang sidang. Saat sidang dimulai pukul 13.30, sikap tegas petugas keamanan dalam MK makin kentara. Tak sedikit pendukung yang kadung berada di dalam ruang sidang diusir. Mereka mayoritas berkomunikasi di dalam ruangan, tidur, dan bersuara keras yang mengganggu jalannya sidang. Namun, kembali sikap tegas petugas tak berlaku bagi barisan depan pengunjung sidang yang diisi beberapa kiai dari Bangkalan dan Sampang.

Mereka tak lagi galak saat menegur para kiai yang tertidur menunggu lamanya sidang. Petugas juga tak kuasa saat hakim MK memutuskan pasangan Makmur dan Al Falah sebagai pemenang. Massa berjingkrak dan hampir menguasai seluruh areal gedung MK. Sebelum pulang, mereka juga sempatkan berfoto-foto tanpa bisa dilarang petugas. ”Selama tidak mengganggu jalannya persidangan tidak apa-apa,” ujar salah satu petugas MK sembari tersenyum saat ditanya terkait adanya sedikit kegaduhan dalam pembacaan putusan kemarin. (radar)

Baca Juga :

Komentar Anda

komentar

Leave a Reply

Submit Comment