Oknum Wartawan Dibekuk TNI

Bawa Ratusan Botol Miras

PAMEKASAN – Tim Khusus Unit Intel Kodim 0826/ Pamekasan membekuk oknum wartawan Koran Jatim di Jalan Raya Desa Ambat, Kecamatan Tlanakan, Rabu malam (23/12). Pria bernama Mohammad Hasyim As’ari, 46, dibekuk setelah ketahuan membawa ratusan  botol minuman keras (miras) di mobilnya.

Oknum-Wartawan-Dibekuk-TNIKomandan Kodim (Dandim) 0826/Pamekasan  Letkol Arm Mawardi Arie Arumbinang mengatakan, oknum wartawan tersebut ditangkap anggota TNI saat  memindahkan miras dari mobil temannya ke mobilnya. Puluhan TNI yang sudah mengintai langsung membekuk Hasyim.

Saat ditangkap, dia sempat menunjukkan identity  card (ID)-nya untuk meyakinkan aparat bahwa dirinya wartawan. Namun, TNI tidak menggubris karena yang  bersangkutan dalam posisi melanggar aturan. “Tetap kami amankan. Yang  bersangkutan salah,” katanya kepada Jawa Pos Radar Madura, kemarin (24/12).

Mawardi menjelaskan, penangkapan  Hasyim berawal dari  laporan dari masyarakat. Kemudian  anggota TNI melakukan pengintaian di Jalan Raya Desa Ambat, Kecamatan Tlanakan.  Tidak beberapa lama mengintai, anggota TNI melihat mobil Toyota Avanza dengan nomor polisi (nopol) M 1526 AN sedang memindah botol miras   ke mobil Honda Civic nopol P  1025 MH milik Hasyim.

”Saat itulah anggota kami bergerak dan menangkap Hasyim.  Sedangkan tersangka lain yang berada di mobil Toyota Avanza berhasil kabur,” terangnya. Selain Hasyim, aparat juga mengamankan enam kardus berisi 144 botol miras.

Setelah itu, barang bukti dan tersangka   langsung dibawa ke makodim  untuk diinterogasi. Kepada anggota kodim, Hasyim mengaku sudah setahun  lebih menjadi pemasok  miras. Miras yang dia beli dari  Surabaya dijual lagi kepada perorangan dan sejumlah  tempat karaoke yang ada di  Kota Gerbang Salam.

Dari pekerjaan itu, dia mengaku mendapat keuntungan antara Rp 7.000-12.000 per botol. Setelah diinterogasi, Hasyim dilepas. Sedangkan, ratusan botol mirasnya tetap diamankan di makodim. Mawardi mengaku melepas tersangka karena pelanggaran miras hanya tindak pidana ringan (tipiring) dan melanggar peraturan daerah (perda). ”Urusan pelanggaran perda itu urusan satpol PP,” pungkasnya. (radar0