Headline|28 April 2013 1:48 pm

Nyanyian Guru Sukwan Dipecat Berlanjut

Enam Tahun Tak Pernah Digaji

SAMPANG-Milkiyah, 28, mantan guru sukwan SDN Gunung Sekar VI, Kecamatan Kota Sampang, tidak hanya mengungkapkan soal pemerasan yang diduga dilakukan oleh mantan kepala SDN Gunung Sekar VI, Mahfud. Perempuan yang tinggal di perumahan Selong Permai Kelurahan Gunung Sekar, Kecamatan/Kota Sampang, itu kembali mengeluarkan nyanyiannya dengan mengungkapkan kebobrokan yang dialaminya di sekolah tempat mengajarnya dulu.

Di antaranya, selama mengajar tidak pernah menerima honor sebagai status guru sukarelawan. Tidak hanya tiga bulan seperti yang marak di pemberitaan, bahkan selama 6 tahun lamanya Milkiyah tidak pernah menikmati hasil keringatnya sendiri. Waktu 6 tahun itu terhitung mulai 2004 hingga 2010. Padahal, menurut Milkiyah, setiap bulan dirinya disodorkan surat pertanggungjawaban (SPj) pengeluaran dana bantuan operasional sekolah (BOS) untuk ditandatanganinya, dengan maksud uang itu sudah diterimanya sebagai gaji per bulan.

”Saya tidak pernah protes. Karena setiap kali tanya ke bendahara, mereka malah mengatakan ’sudahlah jangan banyak tanya, tanda tangani saja’,” ujarnya mengutip ucapan bendahara sekolah kepada dirinya kala itu. Menurutnya, dalam SPj itu, gaji yang dicantumkan pengelola sekolah sebesar Rp 150.000. Padahal menurutnya, kesepakatan awal dengan kepala sekolah saat kali pertama masuk di sekolah itu akan diberi honor. ”Tapi saya tidak pernah tahu mau dibayar berapa, kenyataannya meskipun dicantumkan dalam SPj gaji saya, tapi saya tidak pernah menerima selama 6 tahun,” ungkapnya.

Diakuinya, nominal tersebut memang tidak seberapa jika dibandingkan dengan gaji guru yang berstatus PNS. Namun sekecil apa pun itu, dirinya tetap berhak menerima gaji tersebut. Jika dikalkulasi dari tahun 2004 hingga 2010 tercatat sebanyak Rp 10 juta lebih hak Milkiyah. Tidak hanya mengungkap soal dugaan penyelewengan dana BOS, Milkiyah juga mengungkapkan kasus bantuan siswa miskin (BSM) yang terjadi di sekolah itu. ”Banyak siswa yang miskin malah tidak dimasukkan dalam pendataan, justru anak PNS yang sekaligus jadi guru di sekolah itu yang dimasukkan, dan itu sudah berjalan sejak saya mengajar,” paparnya.

Kenapa baru sekarang mengungkapnya? Milkiyah menuturkan, dulunya takut kepada kepala sekolah lantaran masih berstatus bawahannya. ”Kalau sekarang apa yang mau ditakutkan, nanti saya akan ungkap lagi tingkah laku kepala sekolah dengan guru di situ,” ancamnya. Sementara, Kepala SDN Gunung Sekar VI, Mahfud saat kembali dikonfirmasi belum bisa memberikan penjelasan. Jawa Pos Radar Madura yang menelepon ke nomor handphone-nya kemarin (27/4) sudah tidak aktif.

Namun berdasarkan keterangan sebelumnya, Mahfud mengelak jika telah menarik uang Rp 3 juta terhadap mantan bawahannya itu. Dirinya mengaku penarikan uang yang dituduhkan oleh Milkiyah adalah tudingan bohong karena tidak ada barang buktinya. Sementara, Kepala UPTD Kecamatan/Kota Sampang H Djauhari juga belum bisa dimintai penjelasan. Dihubungi melalui telepon dan pesan singkat juga tidak direspons meski nada sambung aktif.  (radar)

Berita yang terkait :

  • Terkait Pemerasan, Pemecatan dan 6 Tahun Tidak Digaji KOTA-Dituding melakukan pemerasan, Mahfud kepala SDN Gunung Sekar VI, Kecamatan/Kota Sampang angkat bicara. Menurut Mahfud, nyanyian miring yang dilontarkan mantan bawahannya Milkiyah di media massa belakangan ini, h ...

  • Sekretaris Disdik: jika Masuk 2014, Anggarannya 2015 KOTA - Kekurangan guru tampaknya menjadi PR serius bagi Dinas Pendidikan Bangkalan. Pasalnya, di saat Bangkalan kekurangan guru, beberapa guru tidak tetap (GTT) dan honorer malah memilih berhenti. Sejumlah GTT dan hon ...

  • KELUHAN guru suhvan belum berhenti. Kebijakan pemerintah untuk menyejahtera kan tenaga pendidik terkesan tidak adil. Sebab, di tengah mengalirnya dana tunjangan sertifikasi bagi guru berstatus pegawai negeri sipil (PNS), guru sukwan justru merana. Guru sukwan sekolah neg ...

  • Honor Guru Sukwan Per Bulan Hanya Rp 100 Ribu–Rp 200 Ribu KOTA – Sekitar 1.725 guru sukarelawan (sukwan) di lingkungan Kabupaten Sampang nasibnya memprihatinkan. Pasalnya, dari fakta yang ada di lapangan mereka digaji Rp 100 ribu hingga Rp 200 ribu per bulan. Gaji itu t ...

  • Kepala SDN Siap Disidangkan KOTA- Kamis (27/2) lalu, Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumenep melimpahkan satu kasus dugaan korupsi ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) di Surabaya. Yakni, kasus yang menyeret nama Ach. Buchari, kepala Sekolah Dasar Negeri (SDN) Gadu T ...

Komentar

Comments