Nyambi Jual Togel, PNS Diringkus

PAMEKASAN – Moh. Ali Wafa, warga Kelurahan Bugih, Kota Pamekasan, meringkuk di jeruji besi. Pria berstatus pegawai negeri sipil (PNS) itu diringkus petugas karena nyambi menjual toto gelap (togel). Kasubbaghumas Polres Pamekasan AKP Osa Maliki menjelaskan, penangkapan Ali Wafa dilakukan Minggu (10/4) sekitar pukul 22.30.

Sebelumnya, pria 48 tahun yang tinggal di Jalan Pintu Gerbang, Kota Pamekasan, tersebut menjadi target operasi (TO). Sebab, Ali Wafa ditengarai sebagai pengepul judi togel hongkong online. ”Selain sebagai  PNS tingkat I Jatim, MAW (Moh. Ali Wafa) juga pengepul togel. Itu dia akui sendiri,” ungkap  Osa kemarin (11/4).

Dari tangan Ali Wafa, polisi mengamankan barang bukti  (BB) berupa satu unit handphone Samsung dan uang tunai Rp 103.000. Selain itu, petugas menyita satu buku rekap pembeli dan satu buku tafsir mimpi. Polisi tidak berhenti pada penangkapan Ali Wafa.

Aparat mengembangkan penyelidikan tindak pidana kriminal tersebut dengan menanyakan kepada Ali Wafa mengenai uang yang disetorkan. ”Ternyata diketahui, uang itu disetor kepada MR (Moh. Rasid), bandar togel asal Desa Nyalabu, Kecamatan Pamekasan,” terangnya.

Mendapat informasi tersebut, petugas bergeser ke rumah Rasid. Setiba di Perumahan Nyalabu Indah, pria 47 tahun itu sibuk merekap togel. Tanpa perlawanan, petugas menggelandang Rasid ke Mapolres Pamekasan.

”Dari tangan MR, petugas temukan BB berupa kalkulator, buku  tabungan, dan kartu ATM. Satu lembar kertas rekapan togel hongkong dan HP Samsung putih yang  digunakan untuk online juga diamankan petugas,” ujar mantan Kapolsek Pegantenan itu.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, Ali Wafa dan Rasid ditetapkan  sebagai tersangka. Mereka dijerat pasal 303 KUHP tentang Perjudian. Ancaman hukuman lima tahun penjara. ”Penyelidikan kasus ini akan  dikembangkan. Sebab, tidak menutup kemungkinan, ada bandar atau pengepul togel yang lain,” tegas Osa. (radar)