Ngotot Berkicau Sama-Sama Unggul

Rilis Real Count Dahului KPU

SUMENEP – Secara resmi, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumenep memang belum melakukan penghitungan hasil pencoblosan. Namun, kedua pasangan calon  (paslon) peserta Pilkada 2015  sama-sama percaya diri. Mereka kompak saling klaim memperoleh dukungan terbanyak.

Dirut-Lembaga--Survei--Terukur-A.--Hasan-Ubaid--membeberkan--hasil-real--count-yang--memenangkan--paslon--Busyro-Fauzi--di-Hotel-Utami-kemarin.

Kepastian pasangan A. Busyro Karim-Achmad Fauzi (Busyro-Fauzi) menang diungkapkan Dirut Lembaga Survei Terukur A. Hasan Ubaid  kemarin (10/12). Dia memastikan  pasangan nomor urut 1  ini meraih suara terbanyak.

Sebab, baik hasil penghitungan cepat maupun real count, paslon tersebut menduduki peringkat teratas. Hasan membeberkan, secara keseluruhan pasangan yang diusung koalisi PKB dan PDI Perjuangan itu mendapat suara  50,97 persen.

Sementara  rival politiknya Zainal Abidin- Dewi Khalifah (ZA-Eva) hanya  meraup dukungan 49,03 persen. Hasil tersebut didukung penghitungan real count DPC PKB Sumenep. Partai ini merilis calon bupati (cabup) incumbent itu  memperoleh 299.274 suawa  pemilih atau setara dengan  50,80 persen.

Sedangkan  ZA-Eva yang diusung delapan partai politik (parpol)  mendapat 289.884 suara.  Setara dengan 49,20 persen  dari total suara sah 589.158 pemilih. Hasan yakin, data tersebut  tidak akan jauh berbeda dengan  hasil hitung manual KPU nanti.

Sebab, perolehan tersebut merupakan laporan saksi yang berpatokan pada form C1. Dokumen itu ditandatangani  penyelenggara dan para  saksi. ”Kami yakin tidak akan  berubah,” katanya.  Karena itu, dia berharap  masyarakat ikut mengamankan.

Lebih-lebih tim pemenangan Busyro-Fauzi yang jadi mitranya itu. Langkah tersebut  untuk memastikan tidak ada perubahan hasil hitung hingga penetapan di KPU. Di tempat terpisah, ZA selaku cabup mengatakan, pihaknya  juga sudah melakukan real  count.

Hasilnya, paslon ZAEva  dinyatakan keluar sebagai  pemenang. Pasangan berjargon Perubahan itu meraih 52,7 persen suara. Sedangkan Busyro-Fauzi hanya mendapat  47,3 persen. Data itu diperoleh dari tim pemantau di setiap tempat pemungutan suara (TPS) dengan  berdasar form C1.

Hanya, dia belum bisa merinci data tersebut secara detail. Sebab,  form C1 yang menjadi dasar belum terkumpul semua. ”Ada yang masih di kepulauan,” ujar mantan kepala Bappeprov Jawa Timur tersebut. Selain dari dua tim pemenangan,  sebenarnya Desk  Pilkada Pemkab Sumenep  juga melakukan penghitungan cepat.

Sayangnya, hingga tadi malam belum bisa membeberkan data tersebut. Termasuk data pemenang dan perincian perolehan di tiap kecamatan. (radar)