Ngaku Ditipu Oknum PNS Puskesmas

SUMENEP – Siti Nurhidayati, 48, warga Desa Pangarangan, Kecamatan Kota  Sumenep, mendatangi kantor dinas kesehatan (dinkes) kemarin (5/2). Pegawai di salah satu kantor notaris di Sumenep itu melaporkan PNS Puskesmas Pandian, Lea Feriana Emanda, 40, kepada Kepala Dinkes  Sumenep A. Fatoni.

Siti-Nurhidayati-(dua-dari-kiri)-ditemui-Kepala-Dinkes-Sumenep-A.-Fatoni-di-ruang-kerjanya-saat-mengadukan-dugaan-penipuan-yang-dilakukan-Lea,-oknum-PNS-di-lingkungan-dinkes-kemarin.

Yayak, panggilan Siti Nurhidayati, mengaku telah ditipu oleh Lea Feriana Emanda sebesar Rp 470 juta. Untuk itu, dia meminta kepala dinkes memecat PNS asal Kelurahan Bangselok tersebut. Kepada sejumlah wartawan,  Yayak menceritakan, penipuan  bermula saat dirinya ditawari  penyertaan modal untuk bisnis awal 2015 lalu oleh Lea.

Karena hasilnya lumayan dalam jangka dua bulan, Yayak akhirnya mengumpulkan uang keluarganya sebanyak Rp 470 juta.  Lea mengaku, uang tersebut mau dijadikan modal untuk  bisnis distributor kasur. Ternyata, setelah dua bulan sesuai perjanjian, Lea mendadak tidak bisa dihubungi.

Uang tidak dikembalikan meskipun sudah sampai pada waktu yang dijanjikan. Nomor handphone yang biasa digunakan juga mendadak tidak aktif. Didatangi ke rumah dan tempat bekerja, Lea juga tidak ada. ”Kami punya bukti transaksi  dan penyerahan uangnya. Semua  ada kuitansinya,” katanya.

Dengan bukti-bukti itu, Yayak mengadu ke dinkes agar Lea  dipecat. ”Untuk tindak pidana penggelapannya saya laporkan  ke polisi agar diproses,”  terangnya. Sayangnya, ketika wartawan berusaha menghubungi Lea Feriana Emanda, nomor handphone  yang bersangkutan tidak  aktif.

Wartawan kemudian mendatangi Puskesmas Pandian, namun pegawai puskesmas mengaku Lea sudah lama tidak masuk kerja. Kepala Dinkes Sumenep dr A. Fatoni mengatakan siap memecat terlapor, asalkan Yayak bisa menunjukkan bukti-bukti kuat  penipuan. Apalagi, perbuatan yang dilakukan bawahannya  itu termasuk dalam tindakan  pidana.

”Kami masih mau mengklarifikasi dulu kepada yang  bersangkutan (Lea Feriana Emanda, Red). Jika memang benar telah menipu dan buktinya cukup kuat, bisa disanksi  sesuai perbuatannya, termasuk  sanksi pecat,” katanya.

Terpisah, Kasubag Humas Polres Sumenep AKP Hasanuddin  menjelaskan, Yayak masih  sebatas konsultasi kemarin.  Belum melaporkan Lea Feriana  Emanda secara resmi. Untuk itu, bagian pidana  umum (pidum) menyarankan  agar Yayak melengkapi berkas-berkas  dan bukti penipuannya dulu.

Setelah itu, baru datang lagi  ke polres untuk laporan resmi. Bila mereka membawa data dan bukti valid, tentu polisi menyelidiki dengan melakukan pemanggilan. Dengan meminta keterangan pelapor dan memanggil terlapor untuk  dimintai keterangan secara  intensif. ”Tentu terlebih dahulu dilakukan  langkah-langkah  pulbaket dan puldata,” katanya.  (radar)

kata Kunci Terkait:

  • asal usul desa pangarangan
  • asal usus desa pangarangan