Murid RA Diduga Jadi ”Korban” Guru

SUMENEP – Oknum guru di salah satu raudhatul athfal (RA) di Kecamatan/Pulau Sapeken dilaporkan ke polisi karena diduga  melakukan tindakan asusila. Pendidik asal Desa/Pulau Sepanjang, Sapeken, berinisial
YS itu dicurigai melakukan pelecehan seksual kepada anak didiknya.

Ilustrasi-Pelecehan

Tindakan amoral itu diduga dilakukan YS  kepada bocah berinisial WLS pada 2014. Kasus itu baru diproses polisi karena pihak keluarga baru melapor. Kasubbaghumas Polres Sumenep AKP Hasanuddin menjelaskan, kasus dugaan pelecehan seksual itu terjadi  saat korban diantarkan orang tuanya ke RA.

Setelah orang tua korban pergi, tanpa alasan yang jelas YS membawa korban ke  rumah yang tidak jauh dari sekolah. Karena masih bocah, korban tidak berontak. Apalagi saat itu korban dibawa dengan cara digendong oleh YS.

Sesampainya di rumah, YS  melucuti celana dalam (CD) anak yang masih di bawah  umur tersebut. Tidak berhenti sampai di situ, YS memasukkan jarinya ke kemaluan korban. Korban menjerit kesakitan. Hasanuddin menyatakan, kasus dugaan pelecehan seksual  terhadap anak itu masih didalami. Penyidik mengagendakan  pemeriksaan sejumlah saksi.

”Kejadiannya sudah lama,  tapi laporan baru kami terima kemarin (1/3),” kata mantan  Kapolsek Manding itu. Perwira dengan tiga balok emas di pundaknya itu  menegaskan, jika laporan itu benar, pelaku bisa dijerat dengan pasal 81 dan pasal 82 UU Nomor  35 Tahun 2002 tentang  Perlindungan Anak dan UU  35/2014.

Ancaman hukumannya minimal 5 tahun dan maksimal  15 tahun penjara.  Kapolsek Sapeken Iptu Ali Ridho membenarkan adanya laporan dugaan pelecehan seksual   anak. Dia mendampingi pihak  keluarga korban saat melapor ke Unit Pelayanan Perempuan dan  Anak (PPA) Polres Sumenep.

”Tidak dilaporkan di polsek, tapi di unit PPA polres,” katanya. ”Korban masih di bawah  umur, sehingga proses penyelidikannya  ditangani unit PPA. Polsek Sapeken tetap membantu  jika diperlukan,” imbuh Ali Ridho. (radar)

kata Kunci Terkait:

  • pelecehan di pulau sapeken