Mobil Patroli TNI AL Hantam Minibus

BANGKALAN – Kecelakaan lalu lintas (laka lantas) terjadi di Jalan Halim Perdana Kusuma Bangkalan pukul 12.00 kemarin (10/3). Peristiwa itu melibatkan mobil patroli TNI AL 6504-V dengan minibus M 7195 UA di depan Pasar Ki Lemah Duwur (KLD). Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

Mobil-patroli-TNI-AL-ringsek-di-bagian-depan-usai-menabrak-minibus

Namun, beberapa orang mengalami luka. Moh. Najib, saksi mata, mengatakan, minibus itu berhenti di seberang jalan pasar. Di tempat itu sopir sedang menurunkan penumpang. Kemudian mobil patroli melaju dari arah belakang dengan kecepatan tinggi.

Pria 35 tahun itu menyatakan, mobil patroli sudah oleng 20 meter sebelum menabrak. Saat itu, warga asal Kota Bangkalan itu sedang duduk di warung tak jauh dari lokasi kejadian. Dia melihat langsung peristiwa nahas itu. ”Mobilnya sudah ke kanan dan kiri sebelum menabrak,” ungkapnya.

Najib menjelaskan, mobil patroli melaju dengan kecepatan tinggi. Sementara di lokasi kejadian memang banyak kendaraan berhenti menurunkan penumpang. Di tempat itu juga banyak kendaraan menyeberang jalan. ”Saya tidak tahu penyebabnya apa,” ucapnya.

Suara hantaman mobil itu terdengar sangat keras. Saat itu, minibus yang diseruduk maju sekitar sepuluh meter dari tempat semula. ”Sopir bus sedang menurunkan dan menaikkan penumpang,” terangnya. Beruntung, kejadian itu tidak menelan korban jiwa. Delapan penumpang mobil patroli TNI mengalami luka di bagian kepala, tangan, dan kaki.

”Kebanyakan luka di bagian kepala. Ada sebagian di kaki dan tangan,” jelasnya. Sementara itu, Aprilia, penumpang minibus, sangat terkejut ketika terjadi benturan. Perempuan 19 tahun itu mengatakan, semua orang di minibus sempat berteriak.

”Saya mendengar bunyi brak. Tiba-tiba kayak ada yang dorong dari belakang,” jelas warga Desa Patemon, Kecamatan Tanah Merah, Bangkalan, itu. Sesaat kemudian semua penumpang keluar. Dia bersyukur masih selamat. ”Semua berteriak dan langsung turun,” terangnya.

Ahmad, 24, sopir minibus jurusan Pamekasan tersebut, bisa dibilang beruntung. Sebab, dia masih bisa menghindar sesaat sebelum kendaraan  yang biasa dikemudikannya diseruduk. Saat itu dirinya berada di belakang minibus.

”Saya lihat mobil itu oleng dan mengarah ke mobil saya. Makanya saya langsung lari ke rumput,” paparnya.
Menurut dia, jika tidak melihat  dan tidak melarikan diri dipastikan  sudah terkena hantaman mobil patroli tersebut. Dia menyatakan, mesin minibus mati saat berhenti menurunkan dan menaikkan penumpang.

”Mobil (patroli) itu terlihat tak bisa dikendalikan dari kejauhan, sekitar 20 meter dari mobil saya,” paparnya. Beruntungnya, delapan penumpang minibus saat itu selamat. Tidak terdapat luka apa pun. Sementara minibusnya mengalami rusak ringan di bagian belakang.

Berbeda dengan mobil patroli. Kasatlantas Polres Bangkalan AKP Ridho Tri Putranto tidak berani berkomentar. Sebab, kasus tersebut langsung ditangani Polisi Militer Angkatan Laut (Pomal). ”Ditangani Pomal langsung,” ucapnya singkat.

Sementara sopir mobil patroli enggan dimintai keterangan. Bahkan, pria yang saat itu mengenakan celana loreng dan kaus cokelat muda tersebut enggan menyebutkan identitasnya. Tidak hanya itu, dia juga meminta agar foto jepretan Jawa Pos Radar Madura (JPRM) dihapus.

Komandan Lanal (Danlanal) Batuporon Letkol Marinir Purwanto mengaku telah mendapat laporan atas peristiwa itu. Namun, dia belum bisa menyambangi para korban. Hingga kemarin petang mereka masih menjalani perawatan di RSUD Syamrabu Bangkalan.

”Katanya ada yang patah tulang bagian kaki,” terangnya. (radar)

kata Kunci Terkait:

  • lanal batuporon
  • danlanal madura
  • lanal bat
  • lanal batuporon letkol poerwanto
  • siapa komandan lanal batu poron madura ?