Minta Bantuan Kejagung Buru Abdul Qowi

Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Dana Pesangon Masuk DPO

SAMPANG – Upaya Kejaksaan Negeri (Kejari) Sampang menyidang H Abdul Qowi di Pengadilan Tipikor Surabaya tidak berhasil. Korps Adhyaksa belum mampu melacak keberadaan salah seorang tersangka kasus dugaan korupsi dana pesangon jilid II itu.

Kejari memasukkan Abdul Qowi dalam daftar pencarian orang (DPO). Kasi Intel Kejari Sampang Joko Surharyanto kemarin (25/4) menyatakan, penetapan Abdul Qowi dalam DPO sudah sesuai dengan prosedur.

Sebab, sebelumnya, kejari memberikan surat keterangan kepada pihak kepala desa (Kades) tempat tinggal Abdul Qowi. Ternyata, dia tidak ada di rumahnya. Atas dasar itu, kejari memasukkan Abdul Qowi dalam DPO setelah mendapat surat  balasan dari Kades.

”Karena sudah ada kejelasan dari Kades bahwa tersangka tidak ada di wilayahnya, kami langsung masukkan DPO,” tegas Joko. Selanjutnya, kejari mengirim surat permohonan bantuan kepada Kejaksaan Agung (Kejagung).

Isinya, penetapan Abdul Qowi sebagai DPO dalam kasus dugaan korupsi dana pesangon anggota DPRD Sampang jilid II. ”Nanti Kejagung bisa memberikan pemberitahuan kepada kejari di seluruh Indonesia bahwa yang bersangkutan adalah DPO. Itu sebagian langkah kami untuk terus melacak keberadaan buron,” paparnya.

Joko menegaskan, proses hukum Abdul Qowi tetap lanjut meski yang bersangkutan bersembunyi. Pihaknya telah berkoordinasi dengan jaksa penuntut umum agar sidang Abdul Qowi tetap dilanjut. ”Harapan kami, yang bersangkutan kooperatif dan bisa menaati hukum. Jika tidak, kami akan tetap mengajukan proses sidang absentia, yaitu sidang tanpa dihadiri terdakwa,” janjinya.

Sementara itu, sidang kasus dugaan korupsi dana pesangon anggota dewan di pengadilan tipikor berlanjut. Agendanya masih mendengarkan keterangan saksi. Joko belum bisa memastikan apakah akan menghadirkan bupati dan wakil bupati Sampang dalam sidang lanjutan tersebut.

Selain Abdul Qowi, kata Joko, kejari memburu salah seorang tersangka kasus dugaan korupsi program pengembangan tebu, yakni Abd. Aziz. Keberadaan ketua Koperasi Serba Usaha itu juga belum diketahui. ”Masih nunggu keterangan dari Kades. Kalau sudah ada kejelasan tersangka menghilang, kami akan tetapkan DPO juga,” janjinya.

Untuk diketahui, Kejari Sampang menetapkan sembilan tersangka dalam kasus dugaan korupsi dana pesangon anggota DPRD jilid II. Tujuh di antaranya menjadi terdakwa. Yaitu, KH Faidol Mubarok, KH Umar Farouk, Moh. Bakir, Asadullah, Sudarmadji, Kurdi Said, dan Jumal M. Dawi.

Tersangka Agus Sudiharto meninggal. Sementara H Abdul Qowi tidak ada di Sampang dan sempat diinformasikan berada di Arab Saudi. Dalam kasus dugaan korupsi dana pengembangan tebu di Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Sampang, kejari menetapkan tiga tersangka.

Yakni, Syaikhul Anwar sebagai Kasi bina manfaat dishutbun, Edy Junaidi sebagai ketua Koperasi Usaha Makmur, dan Abdul Aziz sebagai ketua Koperasi Serba Usaha. Namun, keberadaan Abd. Aziz belum diketahui hingga saat ini.

Terbaru, kejari menetapkan Gada Rahmatullah, bendahara Koperasi Usaha Makmur, sebagai tersangka dalam kasus  pengembangan program  tebu Kamis (14/4). Saat ini tersangka ditahan di Rutan Kelas II-B Sampang. ”Kalau  masa penahanan habis, kami akan perpanjang,” tandas Joko. (radar)