Mayat di Pinggir Pantai Gegerkan Warga

SAMPANG – Pukul 07.00 kemarin (14/2), warga Dusun Morsongai, Desa Nepa, Kecamatan Banyuates, Sampang, geger. Sesosok mayat ditemukan telungkup kaku di muara sungai perairan desa setempat. Mayat yang belakangan diketahui berjenis kelamin laki-laki itu kali pertama ditemukan sejumlah nelayan.

Tim-identifikasi-Polres-Sampang-mengevakuasi-mayat-Marullah,-60,-yang-ditemukan-di-pinggir-muara-sungai-Desa-Nepa,-Kecamatan-Banyuates,kemarin.

Setelah menambatkan perahunya di pinggir pantai, nelayan bergegas melapor kepada aparat Desa Nepa tentang keberadaan  mayat tersebut. Laporan nelayan itu membuat warga Dusun Morsongai bebondong-bondong mendatangi  tempat penemuan  mayat.

Tapi, tidak ada warga yang berani menyentuh mayat tersebut. Warga hanya menonton mayat itu hingga empat jam  lamanya.  Termasuk sejumlah personel kepolisian dan TNI yang berada  di lokasi tidak ada yang menyentuh  mayat. Akibatnya, hingga pukul 09.00 belum diketahui  identitas mayat tersebut.

”Tidak  tahu mayat siapa. Tidak ada yang berani membalikkan badannya,”  kata Holipah, warga  Dusun Morsongai.  Karena posisinya telungkup  di tempat tambatnya perahu,  tidak ada warga desa setempat yang mengenali mayat  itu. Untunglah, beberapa saat kemudian tim identifikasi dari  Polres Sampang tiba di lokasi  penemuan mayat.

Tim langsung turun ke dasar muara sungai dan membalikkan mayat yang telungkup. Belum sepenuhnya mayat dibalik, petugas mengenali wajah  mayat. Ya, mayat itu diketahui bernama Marullah, 60, warga Desa Bringkoneng, Kecamatan Banyuates.  Marullah sehari-hari bekerja  sebagai pengatur arus lalu lintas saat hari pasaran di Desa Bringkoneng.

”Ini Marullah,” kata petugas yang kali pertama membalikkan mayat. Mendengar nama Marullah disebut, sejumlah warga histeris. Mereka tak kuasa menahan sedih melihat mayat yang dibiarkan mengambang selama empat jam itu ternyata merupakan warga Desa Bringkoneng, desa yang bertetangga dengan Desa Nepa.

Marullah dikenal oleh mayoritas warga di Kecamatan Banyuates. Sebab, setiap Jumat  dan Selasa dia yang mengatur  arus lalu lintas di sekitar Pasar  Bringkoneng. ”Dia kemarin  (lusa, Red) masih mengatur  parkir,” kata warga. Sepuluh menit kemudian, seorang nenek yang diketahui  istri Marullah datang. Dia  bersama cucunya.

”Anu apa been entar ka songai kak (ngapain  kamu ke sungai kak),” kata perempuan yang akrab disapa Bu’ah itu. Dia terus menangis melihat jasad suaminya. Tim identifikasi Polres Sampang belum memberikan kornfirmasi perihal penyebab kematian Marullah. Tim menunggu  hasil visum Puskesmas Bringkoneng.

”Belum diketahui  meninggal karena apa. Masih kami selidiki,” kata Kapolsek  Banyuates AKP Didik Yusuf mewakili Kapolres Sampang AKBP Budi Mulyanto. Dugaan sementara, korban  tewas karena kecelakaan di sungai tersebut. Sebab korban merupakan warga yang memiliki keterbelakangan mental. ”Kata warga sekitar, korban memiliki  sedikit keterbelakangan mental,” pungkasnya. (radar)

kata Kunci Terkait:

  • berita madura penemuan mayat di sungai tamberu
  • asal mula desa junganyar
  • Makam di Desa Bringkoneng
  • orang mati di sungai tamberu
  • orang meninggal di pinggir jembatan tamberu madura
  • penemuan mayat di sungai tamberu
  • perempuan mati di sungai di daerah tamberu madura