Mahasiswa UTM Desak Polsek Serius Usut Kasus Begal

BANGKALAN – Sejumlah mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura (UTM) gerah dengan maraknya aksi begal di wilayah Kecamatan Kamal, Bangkalan. Mahasiswa kemarin (29/8) berdemo. Mereka meminta polisi serius menjaga keamanan dan tidak takut menangkap pelaku begal.

Saat berdemo, mahasiswa membawa bendera dan spanduk bertulisan kecaman terhadap kepolisian. Mahasiswa juga berorasi memakai pengeras suara mendesak Pol­sek Kamal mengungkap kasus  begal. ”Begal marak di Kamal  karena kepolisian mandul menangkap pelaku,” teriak Tauik  Hidayat, korlap aksi.

Dia menyatakan, sebagian besar korban begal adalah maha­siswa. Karena itu, dia menuntut Polsek Kamal melakukan pendekatan kepada pemilik kos supaya setiap gang perumahan dijaga satpam. ”Mayoritas ma­hasiswa UTM pendatang. Kami  butuh perlindungan dari pihak  kepolisian,” ujarnya.

Taufik menambahkan, pihaknya curiga ada kongkalikong antara polisi dengan pelaku. Untuk itu, mahasiswa memberi waktu sebulan kepada polisi untuk menangkap pelaku begal. ”Kalau masih ada  begal lagi, kami akan demo ke  Polres Bangkalan dan ke Polda  Jatim dengan massa yang lebih  banyak,” ancamnya.

Setelah sekitar 45 menit berorasi, akhirnya Kapolsek Kamal  AKP Puguh Suatmojo menemui para pedemo. Terjadi diskusi antara demonstran dengan kepolisian. Namun, tidak sampai  terjadi tindak anarkistis.  AKP Puguh Suatmojo menya­takan, kritik dari mahasiswa  menjadi cambuk bagi anggota  Polsek Kamal guna meningkat­kan kinerja.

Dia berjanji akan berkoordinasi dengan pihak Kecamatan Kamal untuk men­data para pemilik kos. Tujuan­nya, setiap gang perumahan  dijaga petugas satpam. ”Akan  kami usahakan,” katanya.  Selain itu, polisi bakal meningkatkan patroli sehari penuh. Hal  itu bertujuan memberikan syok  terapi kepada para pelaku.

”Sam­pai saat ini, sehari ada tiga kali patroli dengan mobil dinas. Intel dan reskrim pasti kami kerahkan di titik rawan,” terangnya. Puguh menegaskan, tidak ada oknum anggota Polsek Kamal  yang kongkalikong dengan  pelaku begal. ”Tidak ada itu. Kalau ada, kasih tahu saya supaya mendapatkan sanksi  tegas,” pungkasnya. (radar)