Mahasiswa-Siswa Kompak Jual Sabu

Pelanggannya Sesama Pelajar

PAMEKASAN – Sebagai pelajar seharusnya bersih dari narkoba. Sebab, kaum pelajar merupakan generasi penerus bangsa. Sayangnya, di kabupaten yang memiliki ikon Kota Pendidikan, masih ada pelajar yang terjerumus dalam lingkaran narkoba.

Yaitu, NA (inisial), 19, dan SMFP, 17, warga Desa Polagan, Kecamatan Galis. NA berstatus mahasiswa, sedangkan SMFP masih duduk di bangku SMA. Kedua pelajar itu diciduk polisi saat melintas di pertigaan Jalan Raya Larangan, tepatnya di depan Polsek Larangan, dini hari kemarin (23/4).

Dua pelajar yang diduga kuat pengedar itu memang sudah lama diincar polisi. ”Kedua tersangka ini memang kita curigai sebagai penjual sabusabu kepada kalangan mahasiswa  dan siswa,” Kasubbaghumas Polres Pamekasan AKP Osa Maliki.

Ketika dihentikan polisi di jalan, dua pelajar yang mengendarai sepeda motor itu langsung terlihat gugup dan pucat. Setelah digeledah, polisi menemukan 1 poket plastik sabu seberat 0,32 gram. Polisi langsung membawa kedua pelajar berikut sabu-sabu ke Mapolres. Handphone (HP) BlackBerry Gemini dan sepeda motor kedua tersangka juga ikut disita sebagai barang bukti.

Akibat perbuatannya, kedua pelajar itu dijerat Undang-Undang No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Keduanya tergolong sebagai pengguna sekaligus kurir barang haram tersebut. Plt Kepala Dinas Pendidikan
(Disdik) Pamekasan Moch. Tarsun mengaku ikut prihatin terhadap pelajar yang terjerumus narkoba. Untuk itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak sekolah, tempat SMFP belajar.  

”Jika sekolah tidak siap merehabilitasi, yang bersangkutan harus pindah ke sekolah lain yang siap merehabilitasi,” ujarnya. Tarsun juga mengaku, selama ini sudah melakukan berbagai upaya untuk mencegah siswa terlibat narkoba. Salah satunya, menjalin kerja sama dengan satgas P2GN, membentuk satgas antinarkoba di sekolah.

”Di samping itu, kami juga mewanti- wanti orang tua siswa agar mendampingi anaknya dalam menjauhi narkoba,” tambahnya. Pengamat Pendidikan Pamekasan Achmad Muchlis mengatakan, peredaran narkoba yang sudah masuk pada kalangan pelajar menjadi ancaman besar. Sebab, mental mereka akan rusak dan akan menjadi generasi-generasi yang lemah.

”Apabila mereka sudah mengedarkan sabu-sabu ke teman-temannya, ini sangat berbahaya. Semua pihak harus ikut mencegahnya,” ungkapnya. Dia mendesak satgas pemberantasan peredaran gelap narkoba (P2GN) lebih maksimal menyosialisasikan bahaya narkoba kepada kalangan pelajar. Jika tidak, penyalahgunaan narkoba akan menjadi tren di kalangan mereka.

”Begitu juga disdik, harus memberikan pengarahan dan pembinaan kepada guru untuk ikut berpartisipasi mencegah narkoba,” harapnya. (radar)

kata Kunci Terkait:

  • penangkapan polsek galis pesta sabu di pamekasan madura
  • siswa mahasiwa kompak jual sabu