Lima Anak Derita DBD

Tempat Tinggal Dekat dengan Kantor Dinkes

SAMPANG – Sedikitnya tujuh warga dilarikan ke rumah sakit gara-gara terjangkit demam berdarah dengue (DBD) kemarin (7/2). Mereka berasal dari kawasan Jalan Manggis, Kelurahan Gunung Sekar, Kota Sampang. Kawasan tersebut berdekatan dengan  kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) Sampang.

Anak-anak-yang-terjangkit-DBD-menjalani-perawatan-di-ruang-ICU-RSUD-Sampang-kemarin.

Warga yang terjangkit DBD yakni Ismi Nafila, 5; Surotul Ilmi, 6; Arif Hidayatullah, 8; Sekar, 12; Galuh, 15; Taufik, 22; dan Dwi  Ratna 39. Menurut pengakuan ayah Arif Hidayatullah yakni Moh. Jalil, 32, Dinkes Sampang belum maksimal menangani warga terjangkit DBD.

Terbukti, selama lima tahun dia berada di kawasan Jalan Manggis, belum pernah dilakukan fogging oleh dinkes. ”Padahal, Jalan Manggis itu wilayah perkotaan. Bagaimana yang jauh dari kota,” kata Jalil saat ditemui di RSUD  Sampang kemarin. Seharusnya, lanjut dia, dinkes  sigap menangani kasus  DBD.

”Sekarang kan musim hujan, seharusnya dinkes turun ke rumah-rumah penduduk melakukan pemusnahan virus dengue. Jangan sampai ada warga meninggal akibat DBD, baru dinkes mau berbuat,” harapnya. Nurul Hidayat, 35, ayah Ismi Nafila menambahkan, fogging seharusnya dilakukan sebelum ada warga yang terjangkit DBD.

Bukan sebaliknya, setelah warga terkena DBD, baru dilakukan pengasapan. Dia menilai, dari fogging, diketahui dinkes kurang maksimal mencegah DBD. Kepala Dinkes Sampang Firman Pria Abadi dikonfirmasi melalui Kepala Seksi  (Kasi) Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kustono mengatakan, pihaknya sudah melakukan  fogging awal Februari lalu. Lokasinya di sekitar kantor dinkes dan di kawasan Jalan Raya Pleyang.

”Sudah kami lakukan fogging,” klaimnya. Dia mengakui, fogging dilakukan ketika sudah ada warga yang terjangkit DBD. Untuk mengantisipasi warga terjangkit DBD, dinkes melakukan abatisasi ke setiap wilayah. ”Fogging itu radiusnya 100 meter dari lokasi warga yang terjangkit  DBD. Semua dilakukan  fogging supaya nyamuk tidak   menyebar,” jelasnya.

Humas RSUD Sampang dr  Yuliono menjelaskan, dalam beberapa bulan terakhir ini mayoritas yang terjangkit DBD adalah anak-anak. Banyaknya anak-anak terjangkit DBD karena tubuh mereka belum  kebal terhadap gigitan nyamuk.

”Nyamuk Aedes aegypti  mencari mangsa dari pukul  09.00 sampai pukul 11.00 dan  pukul 14.00 sampai 17.00,”  ungkapnya. Warga yang terjangkit DBD  masuk di ruang ICU dan mendapat perawatan intensif. DBD biasanya menyerang pembuluh darah yakni trombosit menurun. Jika DBD sudah parah, bisa menyerang hati dan   paru-paru.

”Dari kami sudah ada tim dokter dan perawat yang menangani. Peralatan  juga sudah memadai,” pungkas Yuliono. (radar)