Lagi, Penderita Leptospirosis Tewas

SAMPANG – Korban tewas akibat bakteri leptospira sp bertambah lagi. Amir, 56, warga Jalan Seruni, Kelurahan Banyuanyar, Kecamatan Sampang, mengembuskan napas terakhir di RSUD Sampang pada Kamis malam (17/3).

Penderita penyakit hewan yang menular ke manusia melalui air, makanan, dan lingkungan yang terkontaminasi ini masuk ke RSUD Sampang pada Rabu lalu (16/3). Korban sudah mendapat perawatan intensif dan ditangani khusus oleh petugas medis.

Namun, kondisi Amir semakin memburuk. Pada Kamis malam pukul 19.00, dia meninggal. Korban yang hidup sebatang kara itu dimakamkan kemarin (18/3) oleh tetangganya. ”Sebelum  dibawa ke rumah sakit, kondisi  dia (Amir, Red) memang  kritis,” terang Imam, 40, tetangga  korban.

Humas RSUD Sampang Yuliono tidak membantah bahwa Amir meninggal akibat terserang bakteri leptospira sp. Itu diketahui dari hasil diagnosa dokter. ”Hasil diagnosa, dia (Amir, Red) positif terjangkit leptospirosis,”  katanya.

Yuliono mengaku, tidak ngawur memvonis pasien terjangkit leptospirosis. Untuk memastikan bahwa korban meninggal akibat demam lumpur itu, harus melalui prosedur medis. ”Untuk sementara, data korban  meninggal ada tiga orang. Dari hasil diagnosa, penyakit tersebut akibat bakteri leptospira  sp,” katanya.

Hingga kemarin, terdapat tiga orang meninggal yang tercatat  dalam data RSUD Sampang.  Antara lain, Slamet, 40,  warga Desa Gunung Maddah; Agus Soleh, 45, warga Jalan Kamboja Sampang; dan Amir,  56, warga Jalan Seruni.

Sementara satu korban meninggal atas nama Makmun ditengarai meninggal bukan  akibat leptospirosis. Akibat bertambahnya korban leptospirosis, dinas kesehatan (dinkes) memperpanjang  status siaga. Seharusnya, kemarin adalah hari terakhir  status siaga ditutup.

Namun, dinkes memperpanjang hingga dua pekan mendatang. Alasannya, dikhawatirkan korban leptospirosis bertambah. Kepala Dinkes Sampang dr  Firman Pria Abadi mengaku, sengaja memperpanjang status siaga leptospirosis. Hal itu  karena dia khawatir korban  bertambah.

”Kami perpanjang status siaga. Di samping itu, kami tetap melakukan pencegahan dan pengobatan,” katanya. (radar)