Ketua Komisi III Bakal Dicopot

Tiga Nama Muncul sebagai Pengganti

PAMEKASAN – Kasus skandal asmara yang melibatkan Ketua Komisi III Pamekasan berinisial IS kian memanas. Beredar kabar bahwa IS sudah dicopot dari jabatannya. Sebagai sanksinya, saat ini wakil rakyat asal Kecamatan Pademawu itu hanya menjadi anggota biasa.

Sejak foto mesra dengan mantan istrinya, A dezta Mellany Citra Sandy, beredar di media sosial (medsos), IS jarang terlihat di kantor DPRD. Menurut keterangan sejumlah anggota komisi III, IS cuti umrah selama 15 hari. Beberapa kegiatan di internal komisi III pun dipimpin anggota di bawahnya.

Bukan hanya pencabutan jabatan IS yang santer beredar. Kabar pengganti posisi ketua komisi III juga mulai muncul ke permukaan. Diantaranya, Anggota Komisi III Fathor Rahman, Wakil Ketua Komisi IV Muksin, dan Anggota  Komisi II Achmadi.

Ketiganya merupakan kader Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Sayangnya, ketiga kandidat saat dikonfirmasi tidak ada yang mau mengomentari masalah pergantian jabatan itu. Salah seorang anggota komisi III yang enggan disebutkan namanya memaparkan, yang  pasti, pengganti IS tetap dari  PPP selaku partai pengusung. Meski, menurut dia, bisa saja  koalisi memilih calon lain.

”Kalau pemilihannya di internal komisi, bisa berubah petanya. Sebab, tiga anggota saja  membelot, bisa saja bukan kader  PPP yang terpilih,” ujarnya. Sementara itu, Wakil Ketua Komisi III Mohammad Tharmom enggan memberi keterangan  terkait isu tersebut. Pihaknya sebagai wakil ketua  hanya menjalankan roda organisasi  selama IS cuti.

”Pak IS masih cuti umrah,” ujarnya kemarin (12/4).  Koran ini kemudian berupaya  mengonfirmasi kepada Ketua  Fraksi PPP DPRD Pamekasan  Mohammad Sahur. Sayangnya,  wakil rakyat asal Kecamatan  Proppo itu juga tidak menanggapi  pertanyaan wartawan.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua DPC PPP Pamekasan KH Nawawi Thaha menegaskan,  pergantian ketua komisi III  sepenuhnya menjadi hak partai. Sejauh ini, pihaknya sudah berkoordinasi dengan para ulama PPP terkait kasus yang menimpa IS. Menurut dia, sudah ada kesimpulan sanksi  yang akan diberikan kepada  IS.

”Itu sebagai pendidikan dan pembelajaran kepada yang bersangkutan,”  ujar Nawawi.  Dia menjelaskan, kesimpulan  hasil koordinasi dengan ulama PPP itu akan dikirimkan ke  DPRD Pamekasan melalui  surat resmi hari ini. Namun, pihaknya belum bisa membeberkan  secara detail isi surat  tersebut. Termasuk, pengganti  jabatan ketua komisi III. ”Itu tergantung kepada fraksi nanti,” tukasnya. (radar)

kata Kunci Terkait:

  • kh nawawi thaha