Ketua DPD Nasdem Aniaya Kadernya

Korban Desak DPW Pecat Aziz

SUMENEP – Penyegelan kantor DPD Partai Nasdem di Jalan Trunojoyo, Desa Gedungan, Kecamatan Batuan, Kamis lalu (21/4), berujung penganiayaan. Komandan Baret Garda Pemuda (GP) Nasdem Sumenep Mohammad Husen selaku korlap aksi penyegelan, mendapat bogem mentah dari Ketua DPD Partai Nasdem Abdul Aziz Salim Syabibi.

Insiden pemukulan terjadi  saat Husen membuka segel kantor DPD Partai Nasdem kemarin (23/4). Pasukan baret merah itu melepas kayu silang di pintu kantor DPD atas instruksi DPW Nasdem Jatim. Nah, ketika Aziz dan teman-temannya membuka segel, tiba-tiba Aziz –panggilan Abdul Aziz Salim Syabibi– datang memaki Husen.

Tanpa babibu, Aziz melayangkan kepalan tangannya ke pelipis kiri Husen. ”Mukulnya dua kali, tapi hanya satu yang kena,” ujar Husen. Mendapat perlakuan demikian, Husen langsung melaporkan tindakan Aziz ke DPW. Dengan harapan, DPW memberi sanksi setimpal terhadap perbuatan yang dilakukan Aziz kepada dirinya.

”Saya berharap DPW memecat Aziz. Sebab, dia sudah tidak layak jadi pimpinan Partai Nasdem. Dia lebih cocok jadi ketua preman,” tambahnya. Menurut Husen, tindak kekerasan yang dilakukan Aziz terhadap kadernya dapat merusak citra partai. Untuk itu, kata dia, tidak ada pilihan lain selain memecat politikus asal kepulauan itu.

Apakah Bapak akan melapor ke polisi? Husen mengaku masih menunggu perintah DPW. ”Apa pun perintah DPW, saya akan patuhi. Tapi tindakan kekerasan ini sudah tidak bisa ditoleransi lagi,” jawabnya. Dikonfirmasi, Ketua DPD Nasdem Abdul Aziz Salim Syabibi membantah telah memukul Husen. Kepada wartawan, dia mengaku hanya menyingkirkan Husen dari kantornya.

”Saya tidak memukul, hanya mendorong agar dia keluar dari  kantor. Soalnya, dia (Husen, Red) bukan komandan baret,” bantahnya ketika dihubungi lewat telepon kemarin. Menurut dia, penyegelan yang dilakukan oleh rombongan Husen merusak citra partai.

Seandainya Husen kader partai, kata Aziz, pasti sudah diberi sanksi pemecatan. Itu karena menodai nama baik partai. ”Sekali lagi, tidak ada pemukulan. Informasi itu tidak benar. Yang benar, saya mengeluarkan dia (Husen, Red) dari dalam kantor. Sebab, dia orang luar yang masuk tanpa izin,” katanya dengan nada tinggi.

Terpisah, Ketua GP Nasdem Sumenep Moh. Hosni mengaku belum mengetahui secara pasti insiden tersebut. Hanya, dia sangat menyayangkan jika pemukulan itu betul adanya. Menurut dia, seharusnya persoalan yang terjadi di internal partai harus diselesaikan secara damai dan sesuai prosedur keorganisasian.

”Jika memang ada masalah, sebaiknya diselesaikan secara damai. Kalau memang merusak citra partai, jatuhkan sanksi sesuai aturan partai,” tandasnya. Seperti diberitakan, Kamis lalu (21/4), rombongan GP Nasdem menutup kantor DPD Nasdem di Jalan Trunojoyo, Desa Gedungan, Kecamatan Batuan.

Penyegelan dipicu rasa kekecewaan terhadap Ketua DPD Nasdem Sumenep. Aziz dianggap membohongi kader. Yakni, tidak mencairkan dana transportasi sekolah kader yang dilaksanakan di Pulau Gili Iyang. (radar)

kata Kunci Terkait:

  • honor anggota baret nasdem
  • kasus ketua dpd nasdem memukul husen