Kerja Cepat Rawan Abaikan Kualitas

BANGKALAN – Proyek garapan Dinas PU Bina Marga dan  Pengairan Bangkalan yang tersebar di sejumlah lokasi  banyak belum selesai. Sedikitnya ada 20 paket proyek yang hingga kini belum beres. Perinciannya, 10 proyek merupakan  penunjukan langsung (PL)  dan 10 proyek besar lainnya dilelang melalui Layanan Pengadaan  Secara Elektronik (LPSE).

Warga-menunjukkan-penutup-drainase-yang-dibangun-secara-manual-di-Jalan-RE-Martadinata,-Kota-Bangkalan,-kemarin.

Kabid Peningkatan dan Pembangunan Jalan dan Jembatan Dinas PU Bina Marga dan Pengairan Bangkalan Roniyun mengatakan, 20 paket yang belum selesai itu tersebar di  beberapa kecamatan. Jenis proyek berupa peningkatan jalan, pembangunan drainase,  dan hotmix jalan.

Untuk 10 paket proyek PL, dikerjakan   di 10 lokasi. Yakni di  Desa Katol Barat, Katol Timur, Batokaban, Sukolilo Barat, Petapan, Pekadan, Jaddih, Galis, Longkek,  dan Banyu Buneh. ”Proyek PL anggarannya mulai Rp 80 juta sampai Rp 190 juta,” katanya.

Sementara proyek non-PL, jumlahnya ada 10 paket yang  tersebar di 9 lokasi berbeda. Proyek tersebut terdiri dari dua jenis pekerjaan, yaitu hotmix  jalan dan pembangunan drainase. Lokasi proyek jalan hotmix tersebar di Desa Mandung  sampai Desa Tanjungbumi,  Desa Aeng Taber sampai Desa Planggiran, dan Desa Jaddih  hingga Desa Pendabah.

Lalu dari Desa Socah sampai  Desa Sembilangan, Desa Socah sampai Desa Pernajuh, DesaKaranganyar sampai Desa Pandanan, Kecamatan Blega sampai Kecamatan Konang, Desa Bator sampai Desa Lergunong, dan Desa Banyusangkah sampai  Desa Dupok. Sementara untuk proyek drainase lokasinya di jalan RE Martadinata.

”Anggaran proyek non-PL mulai Rp 500 juta sampai Rp 1 miliar,” ungkap Roniyun. Dia tidak merinci anggaran masing-masing proyek yang belum  tuntas pengerjaannya. Nama rekanan yang lalai mengerjakan  proyek itu juga tak dibuka oleh  Roniyun.

”Yang sudah habis  masa kontraknya yaitu proyek  drainase di Jalan RE Martadinata. Itu kontraknya sampai 19  Desember,” terangnya. Pekerjaan hotmix dan peningkatan  jalan kabupaten  belum terselesaikan hingga  mendekati akhir masa kontrak.

Salah satu penyebabnya,  rekanan antre asphalt mixing  plant (AMP). ”Kami sudah  surati semua rekanan yang belum selesai proyeknya, tapi produktivitas pekerjaan tetap tak berubah,” keluhnya. Sementara proyek drainase  di Jalan RE Martadinata yang   panjangnya 274 meter dengan anggaran Rp 703 juta molor akibat box culvert lambat dipesan.

”Saat ini proyek drainase   tinggal pemasangan bagian tutupnya,” ujar Roniyun.  Tindakan apa yang akan diberikan terhadap rekanan pelaksana  proyek drainase? Dia tidak mau  menjelaskan. Namun, Dinas PU Bina Marga dan Pengairan pernah  memberi pernyataan akan  memutus kontrak rekanan yang pekerjaannya tak selesai tepat   waktu,” tandasnya.

Sawani, 47, warga di Jalan RE Martadinata mengatakan,  proyek drainase sudah lama  dihentikan. Padahal penutup drainase belum dipasang. Akibatnya,  warga membuat sendiri   penutup drainase. ”Pekerjanya gak tahu kemana,” ucapnya.

Ketua Komisi C DPRD Bangkalan  Soeyitno kecewa terhadap rekanan yang proyeknya  molor. Dia pun membenarkan  ada 20 paket pekerjaan di Dinas  PU Bina Marga dan Pengairan  yang belum selesai. ”Kami akan rekomendasikan rekanan yang   molor untuk tidak dijadikan pelaksana lagi di tahun berikutnya,” ujarnya.

Dia mengaku sudah berkoordinasi dengan dinas terkait. Dari koordinasi itu diketahui, capaian pekerjaan proyek yang  ditangani masing-masing rekanan  hanya 80 persen. Padahal,   masa kontrak makin mepet, yakni 25–30 Desember. ”Tapi kesepakatannya, jika capaian pekerjaan di bawah 80 persen, diputus kontrak,” tegas Soeyitno. (radar)