Kenalan di Facebook, Bawa Kabur Motor

BANGKALAN – Kasus dugaan penipuan dan penggelapan yang diawali perkenalan di Facebook dialami Purwati, 22, pada Kamis lalu (21/4). Kemarin (26/4), kasus yang menimpa warga Kupang Panjaan, Surabaya itu berhasil diungkap Polsek Tragah, Bangkalan.

Polisi menangkap pelaku penipuan dengan barang bukti (BB) berupa satu unit sepeda motor Honda Beat nopol L 5368 NH. Kapolsek Tragah AKP Asni Yabani mengatakan, awalnya korban berjanji bertemu dengan pelaku di sekitar Tugu Pahlawan, Kota Surabaya.

Lalu, pelaku yang belakangan diketahui bernama Taufik, 22, warga Sidonipah, Surabaya, mengajak korban jalan-jalan ke wilayah Kenjeran. Jalan-jalan mereka lanjutkan ke Madura dengan menyeberang melewati Jembatan Suramadu.

Sesampainya di sebuah warung depan pengisian elpiji, pelaku berhenti dan membujuk korban meminjamkan sepeda motornya. Waktu itu pelaku beralasan menagih utang seseorang di Madura. Terbujuk rayuan teman yang baru dikenal melalui Facebook, korban meminjamkan sepeda motor miliknya.

Setelah sepeda motor dibawa pelaku, korban dibiarkan menunggu lama di sebuah warung. Menyadari telah ditipu, korban lalu melapor kepada polisi. ”Kami langsung lakukan penyelidikan begitu menerima laporan dari korban,” kata Asni Yabani.

Lima hari penyelidikan, polisi kemudian menangkap Taufik. Polisi juga mengamankan Deni Muda Saputra, 22, warga Gubeng Klingsingan, Surabaya, yang diduga membantu pelaku menjalankan aksinya. Sementara barang bukti berupa sepeda motor milik korban ditemukan di rumah JL (inisial) di Desa Sanggra Agung, Kecamatan Socah, Bangkalan.

”Sepeda motor dijual kepada warga,” ungkapnya. Dua tersangka kini diamankan di Mapolsek Tragah. Diduga, pelaku menjalankan aksi penipuan lebih dari satu kali. Dua tersangka dijerat pasal 372 dan 378 KUHP tentang Penipuan dan Penggelapan dengan ancaman hukuman minimal 4 tahun dan maksimal 9 tahun.

”Masyarakat harus waspada dengan orang yang baru dikenal lewat media sosial. Jangan mudah percaya dengan orang baru,” saran Asni Yabani. Sementara itu, Taufik mengaku melakukan kejahatan karena butuh uang. Dia menggelapkan sepeda motor milik korban yang baru dikenal. ”Saya butuh uang,” kata Taufik singkat. (radar)