Kades Guluk-Guluk Ditahan

SUMENEP – Kejari Sumenep menepati janjinya untuk menetapkan tersangka dugaan penyelewengan raskin Guluk-Guluk. Korps Adhyaksa menahan Iqbal bin Muhtar selaku kepala desa (Kades) kemarin (15/9). Itu setelah ditetapkan tersangka dalam kasus dugaan penyimpangan raskin yang  dilaporkan Desember 2014.

Pantauan Jawa Pos Radar Madura (JPRM), Iqbal diperiksa sebagai saksi sekitar pukul 10.00. Dia diperiksa di ruang Kasipidsus Agus Subagya. Tepat pada pukul  14.00 dia keluar ruangan dan  langsung masuk mobil tahanan. Kemudian, digelandang ke Rutan Kelas II-B Sumenep.

Kepala Kejari Sumenep Bambang Sutrisna mengatakan, awalnya Iqbal dipanggil sebagai saksi. Kali ini merupakan panggilan  ketiga setelah dua kali mangkir. Saat diperiksa, penyidik menemukan dua alat bukti yang cukup. Bukti itu berupa dokumen dan keterangan saksi.

”Tanpa basa-basi, kami tetapkan sebagai tersangka. Lalu, dilakukan penahanan,” ungkap  Bambang kepada awak media. Bambang menyatakan, alasan penyidik melakukan penahanan   karena dikhawatirkan menghilangkan barang bukti. Selain itu, tersangka dikhawatirkan   melarikan diri.

Hal itu bakal mempersulit proses hukum. Atas dasar itu, penyidik sepakat menahan Iqbal dalam kasus raskin Desa/Kecamatan Guluk- Guluk. ”Tersangka ditahan selama 20 hari ke depan. Apabila berkas tersangka perlu dilengkapi, kami  akan perpanjang,” ucapnya.

Dalam kasus ini, kata Bambang, kerugian negara jelas ada. Namun, masih dalam penghitungan. Menurut dia, yang paling  penting, upaya melawan hukum telah dilakukan oleh tersangka.  ”Kami tetapkan sebagai tersangka lantaran ada upaya melawan  hukum,” terangnya.

Iqbal dikenakan pasal berlapis. Yakni, pasal 2 dan 3 UU 31/1999 tentang Tindak Pidana  Pemberantasan Korupsi. Jika  dalam persidangan terbukti  pasal 3, ancaman hukumannya satu tahun penjara. Jika pasal 2 terbukti, tersangka siap-siap   mendekam di balik jeruji selama empat tahun penjara.

”Dari berat dulu yang kami kenakan, yakni pasal 2,” terangnya.  Pria berkacamata itu menambahkan, ke depan tidak menutup kemungkinan ada tersangka baru. Namun, tetap lihat   perkembangan berikutnya. ”Saat ditetapkan sebagai tersangka,  tidak ada kuasa hukumnya. Ya,   nanti bergantung tersangka, apa mau ditunjuk atau memilih sendiri,” katanya.

Sementara itu, saat sejumlah  awak media menyodorkan  sejumlah pertanyaan, Iqbal bergeming. Dia bergegas pergi dan langsung masuk mobil tahanan kejaksaan. Kasus dugaan penyelewengan bantuan beras miskin (raskin)  itu dilaporkan ke kejari pada   Desember 2014.

Dalam laporan  itu disebutkan, rumah tangga sasaran penerima manfaat (RTSPM) tidak menerima sesuai ketentuan pemerintah.  Mereka tidak menerima 15 kilogram setiap bulan. (radar)

kata Kunci Terkait:

  • apakah kedes guluk guluk dikeluarkan dari tahanan
  • liat gambar ikbal kades yg di dalam penjara
  • kepala desa guluk-guluk
  • kepala desa guluk guluk di tahan
  • kasus kades terbaru bangkalan
  • kades guluk-guluk iqbal
  • kades guluk guluk yang di tahan di sumenep
  • kades guluk guluk sumenep
  • Kades Guluk Guluk iqbal
  • kades guluk guluk