Jurnalis Kecam Pengeroyokan

Pelaku Ngaku, Minta Polisi Segera Bertindak

PULUHAN wartawan dan aktivis di Bangkalan menggelar aksi unjuk rasa mengecam pengeroyokan jurnalis. Mereka mendatangi kantor Dinas PU Bina Marga dan  Pengairan Bangkalan. Para wartawan meminta oknum pegawai yang melakukan  pengeroyokan menyerahkan diri  kepada polisi.

”Kami mengutuk keras pengeroyokan yang dilakukan pegawai dinas PU bina marga. Polisi harus  menangkap pelaku supaya kekerasan tidak terjadi lagi kepada wartawan. Kalau memang gentle, pelaku harus berani menyerahkan diri,” teriak Jimhur Saros, ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bangkalan.

Polres Bangkalan diharapkan tidak ragu menangkap pelaku pengeroyokan. Polisi juga diminta tidak segan menjerat pelaku dengan pasal 351 dan pasal 170 KUHP serta UU 40/1999 tentang  Pers.

”Polisi harus menangkap pelaku pengeroyokan karena sudah mengakui perbuatannya di depan kami,” tegas Jimhur. Kepala Dinas PU Bina Marga dan Pengairan Bangkalan Taufan Zairinsyah mengakui  bawahannya melakukan pemukulan dan pengeroyokan kepada wartawan. Dia mempersilakan  kepolisian memproses secara  hukum pegawai dinas yang terlibat pengeroyokan.

”Biar polisi yang menangani,” katanya. Kapolres Bangkalan AKBP Anissullah M. Ridha menyatakan, kasus pengeroyokan terhadap wartawan masih diselidiki. Mengenai pelaku yang mengakui perbuatannya di hadapan para wartawan dan aktivis, Anis mengaku baru mengetahui. Dia berjanji akan   mengungkap dan menangkap para pelaku pengeroyokan.  (radar)

kata Kunci Terkait:

  • kasus ghinan salman