Jukir–Satpol PP Nyaris Bentrok

SAMPANG – Pemindahan wewenang pengelolaan parkir di Pasar Srimangunan, Sampang, mengakibatkan hubungan juru parkir  (jukir) dan satuan polisi pamong  praja (satpol PP), sedikit memanas. Bahkan, kedua pengelola tersebut  nyaris bentrok kemarin (1/4).

Beruntung, polisi bersenjata lengkap yang berjaga di lokasi parkir  berhasil melerai dan menurunkan tensi emosi kedua kelompok tersebut. Ketegangan jukir dengan satpol PP terjadi setelah rombongan jukir pulang dari pemkab. Para jukir datang ke pemkab kemarin untuk bertemu bupati. Mereka ingin menanyakan alasan, pengambilalihan pengelolaan parkir secara sepihak oleh pemkab.

Sebab, sebelumnya, CV Anita Jaya selaku penyedia jukir sudah mengikat perjanjian dengan Dishubkominfo Sampang. Dalam perjanjian itu, area  parkir Pasar Srimangunan bisa dikelola jukir hingga ada penunjukan pengelola baru.

”Tiba-tiba tanpa pemberitahuan, pemkab menerbitkan surat pemutusan kerja sama. Ini kan sudah tidak sesuai prosedur,” ujar Direktur CV Anita Jaya Raki Susanto saat ditemui di ruang kerja Wakil Bupati Sampang  Fadhilah Budiono.

Raki mengaku, pihaknya ingin tetap terlibat dalam pengelolaan parkir. Itu sesuai perjanjian sebelumnya dengan dishubkominfo. ”Kami hanya ingin jukir tetap bekerja. Sebaiknya, kami yang mengelola tapi diawasi satpol PP,” tandasnya.

Jukir ingin tetap bisa beraktivitas dan bekerja. Sementara retribusi tetap disetor kepada pemerintah. Tentu, setelah dikurangi pembayaran  upah jukir. Namun, keinginan itu tidak digubris oleh pemerintah. Wakil Bupati Sampang Fadhilah Budiono mengatakan, pengambilalihan lokasi parkir  sesuai perintah bupati.

Hal itu karena, masih dilakukan pembahasan siapa yang akan ditunjuk sebagai pengelola antara dispendaloka atau dishubkominfo. Selain itu, juga menunggu revisi peraturan bupati (perbup) selesai. ”Untuk sementara diambil alih satpol PP. Mereka yang akan mengelola dan hasilnya disetor ke dishubkominfo,” katanya.

Inti dari pertemuan itu, jukir belum mendapat kepastian siapa pengelola parkir. Satpol PP tetap diputuskan menjadi  pengelola. Nah, sepulang dari pemkab  itulah rombongan jukir mendatangi lokasi parkir Pasar Srimangunan. Jukir memaksa agar tetap mengelola parkir. Namun, permintaan itu ditolak mentah-mentah oleh satpol  PP.

Tak ayal, kedua pihak pun terlibat adu mulut. Pantauan di lokasi, sejumlah  satpol PP melakukan penarikan retribusi. Karcis yang digunakan dari dishubkominfo.  Pintu masuk dan pintu keluar dijaga ketat satpol PP. Sementara  jukir yang mengelola  sebelumnya tidak terlihat di sekitar areal parkir.

Sementara itu, anggota polisi dan TNI berjaga-jaga  di sekitar lokasi parkir. Sejak  pagi hingga siang mereka disiagakan. Penjagaan lebih terfokus di pintu masuk. Pengamanan pun langsung ditangani Polres Sampang. Kapolsek Kota Sampang AKP Iqbal Gunawan enggan berkomentar saat berusaha dimintai keterangan. Alasannya, pengamanan  langsung ditangani polres  meski masih dalam wilayah hukum Polsek Sampang.

”Ini langsung dipimpin Kabag Ops. Langsung saja konfirmasi ke beliau,”katanya. Terpisah, Kasatpol PP Hamdani  melalui Kabag Ops Polres Sampang Kompol Syaiful Anam belum berhasil dimintai keterangan. Berusaha dikonfirmasi  ke meja kerjanya, tidak  berhasil ditemui. Bahkan, saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, belum ada jawaban.

Kasi Operasional Satpol PP Sampang Moh. Sadik mengatakan, pengelolaan parkir untuk sementara dilakukan satpol PP. Direncanakan, pengelolaanakan berlangsung hingga ada keputusan bupati Sampang. ”Kami menunggu perintah selanjutnya. Namun, yang jelas menunggu keputusan Bupati Sampang KH A. Fannan Hasib,” katanya.

Dia menjelaskan, satpol PP hanya bertugas menarik retribusi.  Selanjutnya, hasil retribusi tetap disetor ke dishubkominfo. Sebab, satpol PP tidak berhak mengelola retribusi dari lahan parkir. Pengambilalihan tersebut dilakukan untuk mengkondusifkan suasana sementara waktu.

Disinggung soal disiagakannya polisi di lokasi parkir khusus? Moh. Sadik mengatakan, hanya untuk menjaga keamanan. Dikhawatirkan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Sebab, terindikasi ada gangguan dari pihak lain yang memanfaatkan  keadaan. (radar)

kata Kunci Terkait:

  • kapolsek kota sampang