Jembatan Kayu Swadaya Dibakar Warga

BANGKALAN – Jembatan kayu di Dusun Palongan, Desa Mandung, Kecamatan Kokop, dibakar orang tidak dikenal pada  Kamis malam (7/1). Meski pelaku belum  diketahui hingga kemarin (8/1), namun kuat dugaan pembakaran disebabkan ketidakpuasan warga terhadap hasil  pengerjaan proyek jembatan tersebut.

Jembatan-Kayu-Swadaya-Dibakar-Wargav

Informasi yang beredar, warga mengira  jembatan yang dibangun Pjs Kepala Desa Mandung H Achmad Fauzi dan  mantan Kepala Desa Mandung Abd.  Kholiq, mendapat bantuan dana dari  pemerintah. Padahal, jembatan desa   itu dibangun dari dana swadaya.

Kecemburuan sosial menjadi pemicu sebagian warga berbuat  nekat dengan membakar  jembatan tersebut. ”Warga  mengira ada anggaran dari pemerintah. Ada yang tidak suka, kemudian membakarnya,” kata  H Achmad Fauzi.

Sebelumnya, kata H Fauzi, salah satu pemilik lahan sekitar sempat  cekcok dengan para pekerja di lokasi. Salah satu pemilik lahan  yang tidak disebutkan namanya  itu mengira pembangunan jembatan  didanai pemerintah, berikut rencana pembangunan jalan  disekitarnya.

Namun pasca kejadian itu, H Fauzi mengaku langsung menemui sejumlah pemilik lahan  sekitar jembatan. Dia memberikan penjelasan perihal pembangunan jembatan tersebut. ”Setelah diberi penjelasan, alhamdulillah semuanya paham dan saling menerima,” jelasnya.

Kapolsek Kokop AKP Jaswadi  mengaku, langsung melakukan olah TKP. Hasilnya, diketahui jembatan yang dibakar sekitar  10 persen dari total kayu yang dipasang di atas kaki jembatan terbuat dari cor itu. ”Panjangnya sekitar 20 meteran,  kemungkinan yang dibakar  2-5 meter,” jelasnya.

Setelah itu, Kapolsek langsung berkoordinasi dengan mantan Kades maupun Pjs Kades. Dari hasil koordinasi, Kapolsek memastikan persoalan langsung tertangani dengan jalur musyawarah dan kekeluargaan.

”Alhamdulillah, Pjs Kades bertanggung jawab atas semuanya,”  ujarnya.  Untuk diketahui, jembatan desa tersebut merupakan akses inti warga Dusun Palongan,  Desa Mandung menuju Dusun Sreseh, Desa Bandang Laok, Kokop. Atas kejadian  itu, warga tidak bisa melintas  menggunakan kendaraan roda dua. ”Tapi, bisa dilalui  dengan jalan kaki,” pungkas  Kapolsek. (radar)

kata Kunci Terkait:

  • kokop aremania
  • mandung madura