Janji Serap Garam Bulan ini

SUMENEP – Petani yang stok garamnya masih banyak, masih ada harapan laku terjual. PT Garam berjanji akan menyerap garam rakyat Madura pada bulan ini hingga April. Hal tersebut seperti diungkapkan Direktur Utama (Dirut)  PT Garam (Persero) R Achmad Budiono kepada sejumlah awak  media kemarin (4/3). Dia mengaku,  pihaknya pasti membeli garam Madura. 

Petani-saat-melihat-tambak-garamnya-di-Kecamatan-Pangarengan,-Sampang

”Penyerapan garam rakyat itu amanat negara. Garam pasti  kami beli. Paling cepat bulan ini, paling telat April,” janjinya. Apalagi, kata Budiono, PT Garam  sudah menerima dana penyertaan  modal negara (PMN) senilai Rp 222 miliar untuk  membeli garam rakyat.

Uang  sebanyak itu, tidak hanya untuk  membeli garam rakyat, tetapi juga untuk membangun dan memperbaiki gudang penyimpanan garam yang rusak. Budiono menjelaskan, untuk saat ini pihaknya sedang  melakukan persiapan khusus untuk membeli garam rakyat.

Seperti menyusun standar operasional prosedur (SOP) dan membentuk tim penyerapan garam rakyat. ”Kebutuhan ini yang akan kami lakukan terlebih dahulu,”  katanya kemarin (4/3).  Sebab, sambung dia, penyerapan garam rakyat tidak bisa  dilakukan secara instan. Perlu  acuan yang menjadi pedoman dalam kegiatan tersebut.

”Acuan dan pedoman-pedoman  penyerapan garam itu  sedang kami garap sekarang,” terang dia.  Mengenai waktu penyerapan  yang akan dilaksanakan, dia berjanji antara Maret–April  2016. Penyerapan tersebut  tidak hanya di Madura, tapi di  seluruh wilayah Indonesia yang memproduksi garam.

Dijelaskan, produksi garam nasional  2015 mencapai 2,7 juta ton. Sementara yang terserap baru 62  persen. Mayoritas sisanya ada di Madura. Namun, secara terperinci dia mengaku lupa. Pria lulusan IPB itu menambahkan, meski hingga sekarang belum menyerap garam rakyat, tapi garam tidak lagi di petani.

Tapi, sudah berada di kantongkantong  para pedagang. Dengan  demikian, dia yakin bahwa  petani sudah menikmati hasil  jerih payahnya bertani garam. Anggota Komisi II DPRD  Sumenep Juhari mendesak garam petani segera dibeli  oleh PT Garam. Sebab, jika perusahaan  besar tidak membeli garam, akan berdampak pada  harga di bawah.

Akibatnya, petani yang akan  menjadi korban. Padahal, yang  paling melarat dalam produksi  garam adalah petani.  ”Saya mohon kesadaran para stakeholder untuk mengasihani  petani garam,” pintanya.  (radar)