Janji Diantar Pulang, Siswi Diperkosa

SUMENEP – NM, 40, warga Desa Kalimook, Kecamatan Kalianget, terpaksa memolisikan Arip, 24. Warga Desa Giring, Kecamatan Manding  itu dilaporkan ke Polres Sumenep atas tuduhan pemerkosaan terhadap Mawar (bukan  nama sebenarnya), 17, anak NM.

Setelah mendapat laporan dari NM, buser Satreskrim Polres langsung bergerak dan mencari  Arip. Akhirnya, polisi berhasil menangkap Arip di rumahnya kemarin (12/3). Setelah menahan dan memeriksa Arip secara intensif, penyidik akhirnya menetapkan Arip sebagai tersangka.

Penetapan  tersangka juga dilengkapi dengan  bukti-bukti yang cukup. Kasubbaghumas Polres  Sumenep AKP Hasanuddin menjelaskan, sesuai laporan orang tua korban, kasus pemerkosaan terhadap Mawar terjadi pada Jumat 26 Februari  lalu.

Saat itu, Mawar main ke rumah teman sekolahnya, yakni  Fatimah di Desa Marengan  Laok, Kecamatan Kalianget. Ketika hendak pulang, Mawar ditawari Fatimah untuk diantarkan  pulang. Namun, Mawar menolak tawaran Fatimah karena sudah janji dengan Arip.

Sebelum diantar pulang, korban  masih diajak beli pentol ke  Kecamatan Gapura oleh pelaku. Mawar tidak menaruh rasa curiga  sedikit pun kepada pria yang  dia kenal lewat telepon itu.  Usai beli pentol, pelaku dan korban melanjutkan perjalanan.

Saat itu korban bertemu sepupunya, Firman. Bahkan, Firman  mengajak Mawar pulang  bersama. Namun, Mawar tetap memilih pulang bersama Arip. Setelah itu, Arip membawa Mawar ke rumahnya. Nah, di rumah yang sedang kosong itu, Arip menggagahi Mawar dengan leluasa.

”Tindakan pelaku kemudian diketahui oleh orang tua korban,  lalu melapor ke polisi,” terang Hasanuddin kemarin.  Menurut Hasan, sebelum terjadi  pemerkosaan, pelaku dan korban  sudah menjalin hubungan asmara. Korban juga mengaku  bahwa Arip adalah pacarnya.

”Meski hubungannya suka  sama suka, tetap kami proses.  Soalnya, korban masih di bawah umur dan masih ada di bawah kekuasaan orang tua,” jelasnya. Tersangka dijerat Pasal 332  Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan Pasal 81, 82  Nomor 35 Tahun 2014 tentang  Perlindungan Anak. ”Ancaman hukumannya minimal 5 tahun dan maksimal 15 tahun,” pungkasnya. (radar)

kata Kunci Terkait:

  • berita pemerkosaan di manding
  • kasus di kalianget smpn 1 kalianget pemerkosaan
  • kasus pemerkosaan d sumenep
  • kasus pemerkosaan di smpn 1 manding
  • kasus pemerkosaan siswi smp1 kalianget
  • pemerkosaan di smp 5 kalianget
  • pemerkosaan didaerah sumenep
  • pemerkosaan sumenep