Jambret Ustadah, Remaja Kecamatan Lenteng Nyoyor Dihajar Massa

Tas Korban Berisi Uang Jutaan Rupiah

SUMENEP – Tindak kejahatan bisa terjadi kapan saja. Di Jalan Raya Lenteng, Sumenep, seorang remaja, Lukman bin As’ari, diamuk massa karena menjambret tas ustadah Nur Qomariya Sofvinia kemarin (3/9). Meski diamuk warga, remaja tersebut selamat dari maut.

Amuk massa  tidak sampai membuat remaja 19 tahun itu meregang nyawa. Dia hanya mengalami luka memar di bagian wajah dan luka robek di pelipis kanan. Karena berbuat, remaja asal Desa Daramista, Kecamatan Lenteng, Sumenep, tersebut diamankan di Mapolsek Lenteng. Selanjutnya, dia akan  diproses secara hukum.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Madura, penjambretan terjadi pukul 08.30. Lokasinya di perbatasan Desa Gelugur, Kecamatan Batuan, dan Desa Daramista, Kecamatan Lenteng. Waktu  itu Fifin–sapaan Nur Qomariya Sofvinia hendak mengajar di salah satu madrasah di  Kecamatan Lenteng.

Dia berangkat seorang diri dari rumahnya di Jalan Sapudi, Gang I, Perumnas Giling, Desa Pamolokan, Kota Sumenep.  Setiba di perbatasan Desa Galugur dan Daramista, Lukman melancarkan aksi. Pelaku merampas tas berisi  uang jutaan rupiah itu dari   tangan Fifin.

Tak ayal, korban berteriak meminta to long sambil mengejar pelaku.  Warga yang mendengar permintaan tolong Fifin langsung mengejar pelaku. Diketahui, pelaku melarikan diri ke Desa Meddelan, Kecamatan Lenteng, dengan motor bebek nopol M 4039 WQ.

Upaya pelarian diri Lukman tidak berhasil. Massa mampu mengejar  dan menangkapnya di Desa  Meddelan. Amarah warga memuncak. Remaja itu langsung menjadi bulan-bulanan. Untungnya, aksi main hakim sendiri tersebut segera diketahui  aparat kepolisian.

Lalu, Lukman diamankan ke Mapolsek Lenteng untuk menghindari amarah warga. Kasubbaghumas Polres Sumenep AKP Hasanuddin menyatakan, pelaku jambret diamankan di Mapolsek Lenteng. Polisi akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Polisi telah menyita beberapa barang bukti. Yakni, Honda Beat putih milik pelaku. Tas hitam dan dompet cokelat milik korban juga sudah diamankan polisi untuk dijadikan polisi. Tidak hanya itu,  polisi menyita HP Samsung dan uang tunai Rp 1,8 juta.

”Untuk sementara, penanganan kasus jambret itu dalam penanganan Polsek Lenteng,” katanya. Hasanuddin berharap, tidak ada lagi tindak kriminal di wilayah hukum Polres Sumenep.  Masyarakat diminta bahu-membahu memerangi tindak kejahatan. (radar)

kata Kunci Terkait:

  • jambret daramista
  • jambret di daramista