Isu Flu Burung Resahkan Peternak Ayam

SUMENEP – Isu wabah flu burung membuat peternak ayam di Sumenep resah. Sejak kemarin, mereka memberikan vaksin dan vitamin kepada ayam peliharaannya agar tidak terserang penyakit berbahaya tersebut.

Marzuki, peternak ayam petelur di Kecamatan Saronggi, Sumenep, menyampaikan, pada musim hujan, ancaman penyakit unggas cukup tinggi. Penernak butuh kerja keras agar hewan peliharaannya tidak terkena penyakit. Apalagi, ada informasi di Banyuwangi ditemukan kasus virus flu burung.

Nah, untuk mengantisipasi ancaman virus yang mematikan itu, para peternak di Sumenep melakukan pencegahan. Caranya, ayam diberi vitamin tambahan. ”Vitamin dicampurkan dalam air  minum ayam,” tuturnya.

Selain menjaga stamina unggas, peternak menjaga kebersihan kandang ayam. Setiap hari kandang ayam dibersihkan. Kotoran dan sisa-sisa makanan ayam rutin dibuang tiap hari. Cara yang juga dilakukan yaitu menyemprotkan obat antivirus ke setiap  kandang  ayam. Cara-cara seperti itu diharapkan membuat ayam tetap segar  meski  kondisi cuaca cukup ekstrem. 

Peternak ayam di Desa Kebonagung, Kecamatan Kota Sumenep, juga memberikan vaksin hewan peliharaannya. Mereka meneteskan vaksin pada mulut ayam. Seperti dilakukan Hasanudin. Dia rutin memberikan vaksin pada anakan ayam yang dipelihara.

Beternak unggas sangat rentan serangan penyakit. Bahkan, tidak sedikit yang berakibat pada kematian unggas. Agar tidak terjadi kematian ayam, Hasanudin memberikan vaksin berkala sesuai ketentuan. ”Pemberian vaksin kepada anak ayam yaitu dari umur 1–4 hari,” katanya.

Setelah umur satu pekan, anak ayam diberi vaksin. Pemberian vaksin diulang lagi saat ayam berumur 42 hari. Untuk flu burung, vaksinnya AI (Avian Influenza). Terkait temuan virus H5N1 di Banyuwangi, Dinas Peternakan (Disnak) Sumenep mengimbau seluruh peternak unggas melakukan pencegahan.

Salah satunya, merawat unggas secara intensif. Dokter hewan Disnak Sumenep Yanti Triastari menjelaskan,
untuk hewan ternak bisa diantisipasi dengan pemberian vaksin dan vitamin. Selain itu, dijaga sanitasi airnya. Untuk manusia, harus memberlakukan kebersihan. Setiap bersentuhan dengan unggas, harus membersihkan badan.

”Selama ini, dari pengambilan sampel di beberapa wilayah, masih belum ada flu burung,” terangnya. (radar)

kata Kunci Terkait:

  • dokter hewan di sumenep
  • dokter hewan kucing di sumenep