Hendak Naik Taksi, Pengedar SS Diciduk

BANGKALAN – Tidak berlebihan Bangkalan mendapatkan predikat kota darurat narkoba. Polres maupun Kodim 0829/Bangkalan gencar mengungkap peredaran narkoba di Kota Salak. Tiga hari terakhir, pemakai dan pengedar narkoba  diamankan penegak hukum.

Kemarin (16/3) sekitar pukul 03.30, anggota Satnarkoba Polres Bangkalan menangkap seorang pengedar narkoba jenis sabu-sabu (SS). Pengedar itu beralamat di Surabaya, yakni Andy Lesmana. Dia diciduk saat hendak masuk ke sebuah taksi di Jalan Raya Ketengan, tepatnya di depan rumah makan Bebek Sinjay, Bangkalan.

”Pengedar kami tangkap di pinggir jalan saat hendak naik taksi,” kata Humas Polres Bangkalan  AKP Ipung Abd. Muiz. Pengedar asal Banjarmasin yang tinggal di Ngagel Jaya Utara, Kecamatan Gubeng, Kota Surabaya, itu membawa dua kantong plastik berisi SS dengan berat kotor 1,5 gram. Saat polisi menggeledah isi  kantong celana Andy, barang  bukti (BB) tersebut melekat.

”Dia lalu kami bawa ke Mapolres Bangkalan untuk pemeriksaan,” papar Ipung.  Andy terlihat gelagapan saat menunggu taksi datang. Dia  gelisah dan cemas. Melihat  gerak-gerik yang aneh, polisi mendekati dia. Polisi mendekat  dan  langsung menggeledah apa yang melekat di tubuh Andy.

”Dia membawa sabu-sabu yang disimpan di celananya,” ujarnya.  Ipung mengakui peredaran  narkoba semakin luas dan sistematis. Polres akan melakukan  pola-pola baru untuk mengungkap  jaringan narkoba di Bangkalan. Para pelaku yang  mengedarkan narkoba mulai  paham pola yang dilakukan Korps Bhayangkara.

”Untuk itu, kami selalu berupaya merancang strategi dan  pola baru. Terbukti, satu per  satu para pemain barang haram kami tangkap,” tandasnya. Dari hasil penangkapan Andy  Lesmana, polisi mengamankan BB berupa dua kantong plastik  berisi SS dengan berat kotor 1,5  gram dan satu handphone merek Samsung.

Akibat perbuatannya, Andy Lesmana dijerat pasal  114 ayat (1) sub 112 ayat (1) UU  35/2009 tentang Narkotika. Ancaman  hukumannya minimal  tujuh tahun dan maksimal 20 tahun penjara. (radar)