Harga Turun, Pengiriman Bensin dan Solar Lamban

BANGKALAN – Sejak harga premium dan solar turun, warga antre lama untuk mengisi bahan bakar kendaraannya. Antrean salah satunya terjadi di SPBU Junok, Bangkalan. Dari pukul 07.00-09.30 kemarin (6/1), antrean mencapai 500 meter.

Polisi-mengatur-lalu-lintas-di-depan-SPBU-Junok,-Bangkalan,-kemarin

Hadiri, 35, salah satu sopir mobil yang antre di SPBU Junok mengatakan, setengah jam dia menunggu giliran mengisi bahan bakar. ”Saya biasanya ngisi BBM di SPBU Kota Bangkalan. Tapi di sana kosong,” katanya. Kesaksian dia, SPBU Junok  merupakan salah satu yang  masih melayani pembelian  BBM. SPBU lainnya sudah kehabisan stok.

”Harga bensin  memang turun, tapi antre lama ini yang bikin kesal,”   keluhnya. Dia berharap, meski harga
bensin turun, tapi jangan menyengsarakan. Sebab, ketersediaan BBM di SPBU tidak maksimal. ”Saya harap stok  dipenuhi seperti harga bensin belum turun,” pintanya.

Pengawas sekaligus Pengelola SPBU Junok D. Jumadin membenarkan, sejak harga BBM  diturunkan, pengiriman dari Surabaya ke Bangkalan lambat. ”Pengiriman sekarang telat. Biasanya pagi, tapi sekarang sampai siang belum datang,” ungkapnya.

Biasanya, dalam sehari pengiriman dari Surabaya ke  Bangkalan sembilan kali. Tapi  sekarang tak menentu. ”Tangki  sekali kirim kapasitasnya 8 ton,” terangnya.  Jumadin khawatir pengiriman BBM terus lambat sehingga  SPBU Junok akan kehabisan stok. Apalagi SPBU lainnya sudah banyak yang kekurangan stok BBM sehingga memilih tutup.

”Jika lambat terus, khawatir stok habis,” ucapnya. Dia mengaku akan terus berkoordinasi untuk melancarkan pengiriman BBM ke  Bangkalan. ”Harga premiun sekarang Rp 7.050 per liter dan solar Rp 5.650 per liter,” pungkasnya. (radar)