Guru Tertipu, Rp 3 Juta Tersedot

Modus Transfer Melalui ATM

PAMEKASAN – Modus penipuan demi meraup keuntungan pribadi kian nekat. Salah satunya, mencatut nama pejabat penting. Huriyatul Fikriyah, guru SMA Muhammadiyah Pamekasan, menjadi korban dengan modus  penipuan tersebut.

Sebelum penipuan terjadi, dia mendapat SMS (short messageservice) yang mengatasnamakan kepala SMA Muhammadiyah. Isi SMS itu memberikan informasi seminar yang akan dilaksanakan Kemendikbud. Di SMS itu dijelaskan, biaya transportasi dan akomodasi ditanggung Dikmen Kemendikbud.

Melalui SMS, penipu menyarankan, korban segera mengonfirmasi Dirjen Pendidikan melalui nomor telepon yang diberikan. ”Nomor kepesertaan saya telah ditentukan. SMS yang mengatasnamakan  atasan saya itu juga menyarankan agar undangan seminar diambil di ruangan kepala sekolah,” kata Huriyatul Fikriyah.

Guru asal Kelurahan Patemon, Kota Pamekasan, itu langsung  percaya dengan SMS berisi kegiatan seminar tersebut. Sebab, dia pernah mendengar akan ada seminar yang diikuti guru-guru. Karena itu, Huriyatul Fikriyah  langsung menelepon kepala sekolah untuk mengonfirmasi.

”Apesnya saya, saat pak kepala sekolah dihubungi, nomor teleponnya tidak aktif,” tuturnya. Huriyatul Fikriyah kemudian menghubungi nomor Dirjen yang dicantumkan di SMS. Saat itu dia menyampaikan niatnya  untuk melakukan registrasi kepesertaan. Pihak Dirjen gadungan itu melayani dengan ramah melalui telepon.

”Di SMS itu tertera akomodasi dan transportasi peserta ditanggung Dirjen. Lalu, saya disuruh ke ATM untuk menerima uang.  Setiba di ATM, saya dipandu melakukan apa yang dia perintahkan. Saya ikut saja tanpa sadar. Saya saat itu seperti orang yang dihipnotis,” bebernya.

Selesai mengikuti petunjuk yang diperintahkan, Huriyatul  Fikriyah baru menyadari bahwa  uang miliknya Rp 3 juta tersedot. Dia curiga, aksi itu merupakan modus penipuan. ”Uang simpanan  saya memang hanya tersisa Rp 3 juta. Tapi, bagi saya,  itu jumlah besar,” ucapnya.

”Setelah saya cek di slip transfer, rekening atas nama Suci  Wahyuni. Nomor rekeningnya  BNI 0431464815. Saya sudah melapor ke pihak kepolisian dan BNI. Jawaban dari pihak kepolisian,  kasus seperti ini pernah terjadi dan sulit dilacak. Sementara jawaban dari BNI, rekening itu bisa ditutup dengan syarat harus ada laporan dulu dari pihak kepolisian,” sambung dia.

Huriyatul Fikriyah mengaku tidak tahu dari mana pelaku penipuan memperoleh nomor telepon miliknya. Dia menduga,  pelaku mengetahui dari pendataan pemutakhiran biodata guru 2016. Sebelumnya, SMA Muhammadiyah mendapat surat melalui e-mail yang mengatasnamakan kementerian.

”Saya tidak tahu apakah surat  yang dikirim melalui e-mail itu memang benar-benar dari kementerian atau tidak. Tapi, setelah saya cek, ternayata, teman-teman saya juga mendapatkan isi SMS sama seperti yang dikirimkan kepada saya,” ungkapnya.

Menanggapi kasus penipuan itu, Kasubbaghumas Polres Pamekasan AKP Osa Maliki berharap,  masyarakat tidak mudah percaya jika ada orang tidak dikenal meminta transfer uang  meskipun mengatasnamakan pejabat penting.

”Modus penipuan cerdik dan nyaris tidak terdeteksi. Karena itu, saya berharap, masyarakat waspada. Jika ada yang mencurigakan, silakan lapor langsung kepada  polisi,” katanya. (radar)

kata Kunci Terkait:

  • penipuan seminar bangkalan