Headline News:

Guru Sebut Dana TPG Disunat

SEMENTARA di Pamekasan, dana TPG juga tidak dibayar. Tunjangan fungsional yang biasa diterima per triwulan tersebut ternyata tidak sampai ke tangan mereka. Tak tanggung-tanggung, bantuan TPG itu tak dicairkan selama dua tahun. Kegelisahan sejumlah guru tersebut disampaikan langsung ke Dinas Pendidikan (Disdik) Pamekasan baik berupa lisan maupun laporan secara tertulis. Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Madura, dana yang tidak dicairkan dalam dua tahun tersebut terjadi pada 2011 dan 2012. Kekurangan pembayaran yang tak tersalurkan pada guru mencapai miliaran rupiah .


Salah seorang guru, MM, mengakui jika tunjangan tersebut sudah lama tidak dibayar oleh Disdik Pamekasan. Padahal, tunjangan tersebut sudah diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (Permenkeu). ”Tolong jangan asal main sunat, masak sudah dua tahun anggaran TPG masih tidak mencukupi,” tanya MM dengan nada kesal. Dalam salah satu aturannya, menurut MM, selambat-lambatnya Desember pembayaran TPG di tahun tersebut sudah tuntas. Karena itulah, akan menjadi aneh jika kemudian disdik tidak menyalurkan dana TPG tersebut pada guru.

Pasalnya, tidak ada dasar hukum yang bisa dijadikan acuan ketika guru penerima TPG harus nunggak pembayarannya. MM juga mengungkapkan, pada 2011 lalu, dana tunjangan yang belum diterima selama dua bulan terakhir, yakni November dan Desember. Sementara pada tahun berikutnya 2012 juga tidak dicairkan pada November dan Desember. Meski tidak dibayar dalam dua tahun berturut-turut, namun disdik tidak memberikan tanggapan kenapa dana TPG tersebut tidak cair. ”Ini loh puluhan guru  udah komplain, tapi tetap saja tak dibayar,” kesalnya.

Kusfandi dari Bagian Keuangan Disdik Pamekasan merespons keluhan yang diterima kalangan guru. Dia menyatakan, tunjangan fungsional itu sudah tersalurkan pada masing-masing guru. Hanya saja, terkait dana TPG yang tidak terbayar selama dua tahun berturut-turut memang terkendala angaran dari pusat tidak mencukupi. Pihaknya dapat memastikan tidak benar anggapan dana TPG disunat disdik sebagaimana dalam laporan mereka selama ini. Dijelaskan, kekuranganpembayaran TPG itu murni lantaran anggaran yang cair tak memadai.

”Mau disunat bagaimana kalau dana TPG tersebut langsung masuk ke rekening guru bersangkutan,” tukasnya. Menanggapi keluhan yang banyak diajukan kalangan guru itu, disdik menerbitkan surat edaran tertanggal 8 Maret 2013 lalu. Dalam surat tersebut ditegaskan, guru yang tidak menerima TPG selama dua bulan pada 2011 sebanyak 1.449 guru PNS. Adapun total kekurangan akumulasi dana TPG sebesar Rp 8.594.752.000 (Rp 8,5 miliar). 

Sementara pada 2012, lanjut Kusfandi, dana TPG yang belum terbayar pada guru sebesar Rp 14.115.037.200 (Rp 14,1 miliar). Pada tahun tersebut, sebanyak 2.129 guru PNS yang tidak menerima dana TPG. Total selama dua tahun kekurangan dana TPG mencapai Rp 22.709.789.200 (Rp 22,7 miliar). ”Sekali lagi, dana tersebut bukan tidak mau dicairkan pada guru. Namun, memang dana yang turun dari pusat tidak mencukupi,” katanya. (radar) 

Baca Juga :

  • KOTA-Tunjangan profesi guru (TPG) untuk guru yang berstatus PNS maupun guru tidak tetap (GTT), hingga kini belum terbayarkan. Tunjangan yang …

  • Dana Tidak Diterima Utuh
    KOTA-Dugaan pemotongan dana tunjangan profesi guru (TPG) di Dinas Pendidikan (Disdik) Pamekasan, mendapat soratan t …

  • KOTA – Selama dua tahun terakhir pencairan dana tunjangan profesi pendidik atau sertifikasi selalu menyisakan persoalan. latah anggaran yang …

  • Akibat Dana Insentif Tak Cair
    KOTA-Ratusan guru PAUD (pendidikan anak usia dini) se-Pamekasan dipastikan belum memeroleh bantuan dana insent …

Komentar Anda

komentar

Leave a Reply

Submit Comment