Guru SD Pesta Narkoba

 

Polisi Buru Pemilik Rumah

PAMEKASAN – Kelakuan oknum guru yang satu ini tidak patut ditiru. Fajar Sidik, 24, guru honorer di salah satu SD di Kecamatan Proppo, Pamekasan,  ditangkap petugas. Dia diringkus  saat berpesta sabu-sabu (SS) bersama empat orang lainnya.

Penangkapan dilakukan sejumlah personel Polres Pamekasan bersenjata lengkap di rumah DD (inisial) di Desa Mapper, Kecamatan Proppo, kemarin (29/9)  pukul 11.30. Lima orang tertangkap tangan sedang berpesta SS di rumah pemuda 20 tahun itu.

Selain Fajar Sidik, polisi membekuk Ari Purnomo, 26, warga Desa Tanjung, Kecamatan Pademawu, dan Moh. Faril Umam,  30, warga Desa Bangkes, Kadur. Selain itu, Moh. Jatim, 21, warga Kecamatan Proppo; dan Moh. Gufron, 21, warga Jalan Pintu  Gerbang, Pamekasan.

Sedangkan DD lolos dari sergapan petugas. Dia diperkirakan melarikan diri melalui jendela. Polisi melakukan pengejaran. Penggerebekan berlangsung setelah aparat mendapat laporandari masyarakat. Korps Bhayangkara mulai mengepung lokasi sejak pukul 11.00.

Rumah DD diduga kuat sering dijadikan tempat pesta narkoba jenis SS. Penangkapan dilakukan jajaran satresnarkoba polres dibantu anggota Polsek Proppo. Lima tersangka itu tak berkutik saat petugas mengepung lokasi. Mereka ditemukan sedang berpesta sabu-sabu dengan alat isap dan serbuk SS yang masih ada.

Kelimanya langsung diborgol petugas. Polisi juga menggeledah rumah tersebut. Beberapa barang bukti (BB) diamankan. Antara lain, tiga klip berisi SS. Isinya, masing-masing 0,34 gram, 0,23 gram, dan 0,34 gram. Kapolres Pamekasan AKBP Nowo Hadi Nugroho mengungkapkan, penangkapan dilakukan setelah ada laporan dari masyarakat. Selain itu, polisi  menyelidiki dan melakukan  pengembangan dari kasus yang  ditangani sebelumnya.

”Kami  selidiki dan langsung lakukan  penggerebekan,” terangnya. Namun, saat itu petugas tidak berhasil menciduk pemilik rumah. Laki-laki berinisial DD  itu diduga mengelabui petugas melalui jendela. Pihaknya berjanji akan menangkap orang yang ditetapkan sebagai tersangka tersebut.

Selanjutnya, pihaknya akan mencari DD. Polisi bakal menetapkan dia dalam daftar pencarian orang (DPO). Sebab, dari enam yang ditarget, hanya lima orang yang berhasil diringkus. Selain mengamankan bukti SS,  petugas menyita sejumlah BB  lain.

Antara lain, seperangkat alat isap lengkap dengan korek  api dan beberapa sedotan. BB lain berupa empat handphone milik para tersangka. Polisi juga mengamankan lima  sepeda motor. Kendaraan-kendaraan itu kemudian diamankan di Mapolsek Proppo. Juga, mobil Toyota Avanza L  1977 KL milik Ari Purnomo.

Kasatresnarkoba Polres Pamekasan AKP Moh. Sjaiful menambahkan, diduga, DD lolos lewat bagian belakang rumah. Dia diyakini sengaja membuat jalur khusus untuk melarikan diri dari penggerebekan. ”Karena ketidaktahuan kami, tersangka lolos lewat bagian belakang rumah,” ungkapnya.

Sjaiful menjelaskan, selain berdasar informasi masyarakat, penggerebekan berlangsung  atas hasil pengembangan kasus sebelumnya. Karena itu, sebelum menggerebek, polisi  memastikan adanya pesta SS.  ”Satu tersangka bukan PNS,  melainkan guru honorer di salah satu SD di Proppo. Mereka diketahui sedang berpesta sabu-sabu. Sebelum menggerebek, kami memastikan pesta  sabu ada,” papar Sjaiful.

Setelah ditangkap, kelima tersangka menjalani pemeriksaan. Petugas akan mengembangkan  kasus tersebut. Mereka dijerat   pasal 112 juncto pasal 127 UU 35 Tahun 1999 tentang Narkotika. Ancaman hukuman minimal empat tahun maksimal 20 tahun. (radar)

kata Kunci Terkait:

  • guru honorer sd pesta narkoba di pamekasan
  • guru sd gere
  • Kasus desa mapper Guru SD Pesta Narkoba
  • mapper pesta sabu radar madura 30 september sabu
  • sabu desa mapper