Gudang Belum Buka, Pengepul Tembakau Gerilya

PAMEKASAN – Sebagian petani di Pamekasan sudah memanen tembakau. Namun, hingga kemarin (29/8), belum ada satu pun pabrik rokok yang menentukan harga tembakau kering. Padahal, break even point (BEP) atau titik impas menentukan harga tembakau  ada di tingkat petani.

Kabid Perlindungan Kon­sumen Disperindag Pamekasan Hendradi mengungkapkan, pihaknya belum menerima laporan dari pabrik rokok mengenai BEP tembakau. Bahkan, pabrik belum menentukan masa buka dan tutup gudang  untuk membeli tembakau.

”Hanya satu gudang pembelian tembakau yang mengabarkan akan buka hari ini (kemarin, Red). Yakni, PT Sad­hana Arifnusa,” ujar Hendradi. ”Perusahaan itu merupakan penyedia tembakau untuk pabrik rokok Sampoerna,” tambahnya.

Tahun ini PT Sadhana Arif­ nusa berencana membeli 2.000  ton tembakau kering. Pabrik  lainnya, yakni PT Gudang Ga­ram, mematok pembelian tembakau 4.400 ton, PT Djarum  9.000 ton, PT Bentoel 4.000  ton, PR Nojorono 1.300 ton, dan PR Sukun 550 ton. ”Namun informasinya, PR Sukun batal melakukan pembelian tembakau di Pamekasan,” ujar  Hendradi.

Kapan pabrik akan menentukan harga tembakau? Dia belum memastikan. Dia juga tidak bisa berspekulasi berapa kisaran harga tembakau tahun ini. Sebab, kualitas tembakau musim ini berbeda dengan tahun-­tahun sebelumnya. ”Tahun lalu antara Rp 23 ribu–Rp 42 ribu per kilogram. Tahun ini belum ada jawaban rinci dari gudang,” ungkapnya.  

Berbeda dengan pabrik, para pengepul telah membeli tem­bakau kering dari petani. Har­ga yang mereka patok cukup jomplang jika dibandingkan  dengan tahun lalu. ”Pengepul mematok harga tembakau  antara Rp 14 ribu–Rp 36 ribu per kilogram,” ujar Suli Faris, pedagang tembakau, asal Desa Tambung, Kecamatan Pade­mawu, Pamekasan.

Menurut dia, rendahnya har ga tembakau bukan karena per­mainan pedagang. Tetapi, dari  sisi kualitas tembakau, tahun ini jauh lebih rendah daripada tahun-­tahun sebelumnya. Hal  itu dipengaruhi cuaca yang tidak menentu selama musim  kemarau.  

”Karena sering hujan, tan­aman tembakau jadi tidak  berkualitas. Itu juga yang memengaruhi harga. Kalau kami beli terlalu tinggi, sementara kualitasnya jelek, kami rugi,”  paparnya. ”Sebab, tembakau untuk rokok, bukan untuk obat  nyamuk,” kelakarnya.

Ada banyak ciri tembakau dikategorikan berkualitas. Misalnya, aromanya khas, tek­ sturnya bagus, dan warnanya tampak kekuningan. Selain  itu, ketebalan daun tembakau  berpengaruh pada kualitas ketika dijemur. ”Mungkin untuk panen selanjutnya, harga tembakau bisa lebih tinggi. Terutama, tembakau­-tembakau yang saat ini belum tua. Itu pun jika satu  hingga dua bulan ke depan tidak ada hujan,” tukas dia. (radar)

kata Kunci Terkait:

  • tembakau poday
  • harga tembakau kering di tingkat pergudangan
  • pengepul tembakau