Gerebek Bandar Narkoba, Polres Bangkalan Dapat Senjata Tajam

BANGKALAN – Polres Bangkalan kembali menangkap lima tersangka pengguna narkoba jenis sabu-­sabu (SS). Kemarin (29/8) Korps Bhayang­kara membuka kepada publik barang bukti dan para tersangka penikmat barang haram tersebut. Lima tersangka pengguna SS itu dibekuk di lokasi berbeda.

Minggu (28/8) polisi menerima informasi dari masyarakat bahwa target operasi (TO), yakni Montasor bin Murat, 26, warga Desa Katol Barat, Kecamatan Geger, Bangkalan, berada di rumahnya. Menindaklanjuti informasi itu, polisi memantau di sekitar rumah Montasor. Ter­nyata benar, TO berada di rumahnya. Tidak mau kehilangan kesem­patan, pukul 08.00 polisi menangkap yang bersangkutan.

”Tersangka ditangkap saat ti­dur di kamar,” terang Kapolres Bangkalan AKBP Anissullah M.  Ridha kemarin (29/8). Barang bukti yang disita dari Montasor yaitu sekantong plastik kecil berisi 0,31 gram SS. Selain itu, dua kantong plastik kosong, satu sendok merah, dan satu korek api gas biru.

Di lokasi berbeda, pada Jumat (26/8) sekitar pukul 20.30,  polisi menangkap Purwanto,  32, warga Dusun Rabasan Ba­rat, Desa Parseh, Kecamatan Socah, Bangkalan. Dia dibekuk karena menbawa SS di Desa Buluh, Kecamatan Socah. Dari tangan Purwanto, poli­si mengamankan sekantong plastik sabu­-sabu seberat 0,45 gram.

Petugas juga menyita satu timbangan elektrik, satu unit handphone (HP), dan satu pak rokok Marlboro. Tersangka mendapatkan barang terlarang tersebut dari seorang bandar narkoba bernama Holili. Diketahui, Holili masih bertetangga dengan Purwanto.

”HL (Ho­lili, Red) kami masukkan da­lam daftar pencarian orang (DPO),” tegas Anis. Polisi tidak berhasil menangkap Holili. Saat melakukan penggerebekan ke rumah bandar narkoba itu,  petugas hanya  berhasil mengamankan sejumlah senjata tajam (sajam). Di  antaranya, celurit dan pedang.

Di hari yang sama, yakni Jumat (26/8), petugas Pol­sek Konang menangkap tiga pengguna SS. Ketiganya ialah Mardi, 30, warga Desa Cangkareman, Kecamatan Konang; Nurul Haq, 22, dan Ubaidillah, 22, warga Desa Mambulu, Kecamatan Tambelangan,  Sampang.

Tersangka Purwanto dijerat  pasal 114 ayat 1 juncto pasal 112 ayat 1 UU Nomor 35 Ta­  hun 2009. Sedangkan empat tersangka lainnya dijerat pasal  112 ayat 1 UU Nomor 35 Tahun 2009. ”Para tersangka terancam  hukuman penjara minimal empat tahun dan maksimal 12 tahun,” tegasnya.

Ditanya, mengapa yang di­  tangkap hanya pengguna  bukan bandar narkoba? Anis beralasan bandar narkoba cu­kup profesional. ”Bandarnya  canggih. Bisa jadi mereka mempelajari cara kerja polisi,” dalih dia. (radar)

kata Kunci Terkait:

  • berita terbaru polres bangkalan tangkap pengguna sabu sabu
  • bandar narkoba di geger bangkalan madura
  • gerebek bandar narkoba bangkalan
  • grebek bandar narkoba desa geger
  • grebek narkoba bangkalan terbaru
  • grebekan narkoba parseh
  • grebekan parseh
  • grebekan parseh madura
  • narkoba polres bangkalan