Gasak Rumah Kasat

Pencuri Bawa Kabur Sepeda Motor

BANGKALAN – Aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di Bangkalan tidak hanya menyasar warga sipil.  Polisi yang bahkan sudah memangku jabatan kepala satuan (Kasat) tidak luput jadi korban tindak kriminal tersebut.

Sekitar pukul 05.00 kemarin  (20/4), rumah mantan Kasatnarkoba Polres Bangkalan AKP Heri Kusnanto dibobol pencuri. Maling berhasil membawa kabur sepeda motor dari rumah perwira polisi yang kini menjabat Kasatnarkoba Polres  Ngawi itu.

Istri AKP Heri Kusnanto yakni Yunita menyampaikan, kemarin  pagi dia dikejutkan dengan bunyi alarm sepeda motor yang diparkir di garasi rumah.  Seketika itu dia bergegas mendatangi garasi.  Rupanya, maling sudah berhasil membobol kunci sepeda motor. Pencuri itu kemudian bergerak cepat membawa kabur  motor.

”Saya mengejar maling sambil berteriak, tapi tidak nututi,” kata Yunita. Di garasi rumah ada empat motor dan satu mobil. Yang  berhasil dicuri hanya satu sepeda  motor. Sepeda motor milik  saudara Yunita tersebut merek Honda Vario 150cc dengan nomor  polisi (nopol) M 4000 HK.

”Padahal motor itu sudah pakai kunci ganda dan dilengkapi alarm,” ujarnya.  Saat melakukan aksinya, pelaku curanmor tidak hanya merusak kunci sepeda motor. Menurut Yunita, pelaku curanmor  juga merusak gembok  pagar rumah. Setelah merusak gembok pagar, pencuri menjebol  kunci sepeda motor yang  parkir di garasi.

”Gembok yang dirusak diangkat dan digeser. Saya tidak mendengar dengan jelas. Hanya setelah alarm berbunyi kami curiga ada maling,” bebernya.  Waktu itu, ada empat orang yang ada di rumah yang terletak  di Perumahan GOR Saka Bangkalan Blok B Nomor 12  tersebut. Keempatnya perempuan.

Sementara AKP Heri  Kusnanto sedang bertugas di Polres Ngawi. Kasubbaghumas Polres Bangkalan AKP Bidarudin menyampaikan, motor yang dicuri maling  itu merupakan milik ipar  AKP Heri Kusnanto. Saat ini yang bisa dilakukan petugas adalah menyampaikan kepada  sabhara untuk melakukan patroli  di perumahan tempat tinggal AKP Heri Kusnanto. 

Terkait penanganan hukum kasus curanmor itu, Bidaruddin mengaku masih akan berkoordinasi  dengan satreskrim.  ”Sementara ini belum ada informasi dari satreskrim,” ujarnya. (radar)