Garda Pemuda Segel Kantor Nasdem

SUMENEP – Internal DPD Partai Nasdem Sumenep bergolak. Sejumlah pengurus Garda Pemuda Nasdem menyegel kantor kebanggaan mereka kemarin (21/4). Pemicunya, uang transportasi kegiatan tidak mereka terima yang secara keseluruhan mencapai Rp 15 juta.

Aksi penyegelan itu dipimpin Komandan Baret Garda Pemuda Nasdem Sumenep Mohammad Husen. Pintu utama kantor di Jalan Trunojoyo itu digembok. Acara tersebut dihadiri sekitar 300 kader. Mulai dari DPD, DPC, Garda Pemuda, Garnita, dan DPRt.

Kehadiran mereka diiming-imingi uang transportasi Rp 50 ribu per orang. Jika ditotal secara keseluruhan mencapai Rp 15 juta. ”Tapi uang itu tidak dicairkan,” katanya kemarin. Para kader kecewa karena merasa dibohongi. Seharusnya, lanjut Husen, dana transportasi itu dicairkan. Mengingat, sekolah  kader tersebut memiliki anggaran untuk semua kebutuhan.

Termasuk dana transportasi sesuai yang dijanjikan. Selain persoalan uang, dia menilai Aziz gagal memimpin partai bentukan Surya Paloh itu. Sebab, citra partai berjargon gerakan perubahan itu di masyarakat buruk. ”Masyarakat banyak yang kecewa terhadap Partai Nasdem. Ketua harus mengembalikan citra baik partai,” ungkapnya.

Husen menyatakan, terlalu banyak janji-janji yang disampikan Aziz. Tapi, janjinya itu kerap tidak ditepati. Padahal, seorang ketua harus menjadi panutan bagi anggotanya. ”Semboyan Nasdem restorasi. Tapi tidak ditunjukkan oleh ketua,” ucapnya kecewa.

Sementara itu, Aziz mengatakan, dana transportasi untuk sekolah kader itu sudah diberikan. Hanya tidak berwujud uang, tapi fasilitas transportasi dari tempat anggota hingga ke lokasi acara. Jika dirinci, biaya transportasi itu mencapai Rp 50 ribu untuk masing-masing peserta.

”Jadi (dana transportasi) sudah kami berikan. Lagi pula, kami mencari kader militan. Bukan yang identik dengan bayarmembayar,” katanya dengan nada lantang. Aziz menegaskan, setiap kegiatan yang dilaksanakan Partai Nasdem tidak untuk dibayar. Sebab, partainya bebas dari persoalan bayar-membayar.

”Biaya transportasi itu sudah kami tanggung PP (pulangpergi, Red),” katanya. Disinggung mengenai tanggapan penyegelan kantor itu, Aziz enggan berkomentar. Sebab, dia masih akan membicarakan di internal partai. (radar)