Gagalkan Transaksi Rokok Ilegal

Amankan Dua Pelaku

PAMEKASAN – Tim buser  Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Polres Pamekasan berhasil menggagalkan upaya  penyelundupan rokok ilegal kemarin (9/1). Belasan bal rokok  tanpa cukai itu diamankan dari  tangan dua pelaku yang bertransaksi  di Jalan Raya Larangan,  Pamekasan.

Gelar-perkara-pemeriksaan-dan-pengembangan-kasus-rokok-ilegal-yang-dipimpin-langsung-Kasatreskrim-Polres-Pamekasan-AKP-Sahrawi-kemarin.

Kapolres Pamekasan AKBP Sugeng Muntaha melalui Kasatreskrim Polres Pamekasan AKP Sahrawi mengungkapkan,  rokok ilegal tersebut hendak  diselundupkan ke wilayah Kota Pamekasan. Pelaku utama yang mengedarkan  rokok ilegal ini adalah Fadiludin,  38.

Pria asal Desa Tobungan, Kecamatan Galis, tersebut berniat menjual rokok tersebut ke pengepul Ahmad Zaini, 37,  warga Desa Sentol Daya, Kecamatan  Pragaan. Keduanya bertemu di Jalan Raya Desa Larangan, Kecamatan Larangan,  untuk melakukan transaksi.

”Keduanya kami tangkap saat sedang transaksi,” ungkap Sahrawi kepada Jawa Pos Radar Madura kemarin. Polisi mendapat informasi tersebut dari masyarakat. Kemudian,  tim buser satreskrim  langsung meluncur ke TKP. Ternyata, informasi tersebut  benar.

Di TKP, polisi mendapati  Fadiluddin dan Ahmad Zaini  sedang transaksi. Setelah memeriksa rokok yang dibawa pelaku, ternyata tidak  ada pita cukai dan peringatan  bahaya merokok terhadap kesehatan.  ”Saat ditangkap, mereka tidak bisa berkutik. Kami langsung membawa mereka ke polres untuk dimintai keterangan  lebih lanjut,” katanya.

Dikatakan, dari tangkap tangan itu polisi mengamankan barang bukti berupa 14 bal rokok yang tidak mencantumkan peringatan kesehatan berbentuk gambar. Diantaranya, 2 bal rokok merek Troya, 2 bal rokok merek Bentoel, 10 rokok merek Alhikmah, dan 3 alat  cetak rokok terbuat dari kayu,  plastik, dan besi.

”Kami juga mengamankan sepeda motor milik pelaku dan penadah. Alhasil, kejahatan ini sangat merugikan dan tidak boleh dibiarkan tersebar di Pamekasan,” ungkap Sahrawi dengan nada seirus.  Pria asal Sumenep itu mengaku, selanjutnya kasus ini  bakal dida lami lebih lanjut   guna mengungkap pelaku lain.

Dia yakin, aksi kejahatan tersebut  pasti melibatkan pihak  lain dan jelas ada jaringan terstruktur. Hingga berita ditulis, dua pelaku masih menjalani pemeriksaan di ruang penyidik Satreskrim Polres Pamekasan. Keduanya bisa dijerat Pasal 54  UU RI Nomor 39 Tahun 2007  tentang Cukai. Jika keduanya  terbukti mengedarkan barang tanpa cukai, akan dikenakan  pidana kurungan selama satu  tahun. (radar)

kata Kunci Terkait:

  • Pelinting rokok ilegal pamekasan
  • rokok ilegal pamekasan