Gagalkan Penyelundupan Tembakau Jawa

Pemilik Dijadikan Tersangka

PAMEKASAN – Operasi gabungan berhasil menggagalkan penyelundupan tembakau Jawa. Itu setelah satpol PP, TNI, Polri, dan dishubkom­info mencegat sebuah truk bernomor polisi (nopol) B 9360 TQA di Jalan Raya Ambat, Kecamatan Tlanakan, Pamekasan, pukul 22.15 pada Senin  malam (26/9).

Truk tersebut kedapatan membawa tembakau Jawa dari Desa Balen, Kecamatan Sumberejo, Kabupaten Bo­jonegoro. Aparat langsung mengamankan Sahlan Mas­duki, 39, sopir truk asal Dusun Tambak, Desa Blumbungan,  Kecamatan Larangan, bersama kernetnya, Sapraji, 38,  warga Dusun Pangaporan, Desa Plakpak, Kecamatan Pegantenan.

Termasuk juga pemilik tembakau Jawa, Arifin, 45, warga Dusun Bunut, Desa Plakpak, Pamekasan. Setelah diperiksa, truk itu mengangkut tembakau rajangan sebanyak 932 kilogram. Tembakau dibeli den­gan harga Rp 8 ribu per kilo­ gram. Jika dikalkulasi, harga tembakau itu Rp 7.456.000.

Tembakau Jawa itu bakal dijadikan campuran dengan tembakau Madura. Hal ini memang marak dilakukan pengusaha saat menjual tembakau ke pihak gudang. Kasi Penyelidikan dan Penyidikan Satpol PP Pamekasan,  Yusuf Wibiseno mengatakan, penyelundupan tembakau  itu  sudah melanggar aturan.

Tindakan itu melanggar Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 Tahun 2015 tentang pelarangan tembakau Jawa masuk ke Madura, khususnya Pamekasan. ”Aturannya sudah jelas. Tembakau Jawa dilarang keras  masuk ke Madura demi kualitas tembakau asli,” ucapnya  kemarin (27/9).

Dikatakan, operasi serupa akan terus dilakukan. Operasi  akan digelar di tiga titik berbeda. Terutama di jalur ke­luar masuknya kendaraan di Pamekasan. Antara lain di  Jalan Raya Ambat, Proppo dan  Blumbungan. ”Barang bukti kami amankan.  Sekitar satu truk tembakau  Jawa sudah kami cek. Ini jelas melanggar Perda No 4 Tahun 2015 tentang tata niaga, budidaya, dan perlindungan mutu  tembakau Madura,” katanya.

Kapolres Pamekasan AKBP Nowo Hadi Nugroho melalui Kasubbaghumas AKP Osa Maliki sudah menetapkan pemilik tembakau, Arifin,  sebagai tersangka. Itu ber­dasarkan hasil penyelidikan yang dilakukan polisi. Arifin diduga kuat hendak mencampur tembakau Madura dengan  tembakau Jawa.

 Dijelaskan, Arifin diancam dengan sejumlah pelang­garan. Antara lain, melanggar pasal 24 ayat (2) huruf  (b) dan pasal 31 ayat (1) jo Pasal 35 Peraturan Daerah Pamekasan No 4 Tahun 2015  tentang tata niaga budidaya dan perlindungan tembakau Madura.

Termasuk dianggap melanggar pasal 24 ayat (2), huruf b, melarang tem­bakau luar Madura masuk ke wilayah daerah. Selain itu, tersangka juga diancam pasal 31 ayat (1), pembeli, penjual, dan bandul dilarang memperjualbelikan tembakau campuran dan atau tembakau yang berasal  dari luar Madura pada musim  panen.

Sesuai pasal 35, setiap orang atau pelaku usaha yang melanggar ketentuan pasal 24   ayat (2), pasal 31 ayat (1) dian­ cam pidana kurungan paling lama tiga bulan atau didenda paling banyak Rp 50 juta.  ”Tembakau yang kami amankan adalah tembakau  rajangan yang didatangkan dari Bojonegoro.Selama proses hukum, barang bukti kami amankan,” kata Osa Maliki.

Diungkapkan, untuk sopir dan kernet truk hingga kemarin terus dimintai keterangan.  Termasuk pemilik tembakau yang sudah ditetapkan sebagai tersangka. Sementara pemeriksaan terhadap sejumlah saksi  lain belum dilakukan. ”Kami akan mengembangkan kasus ini. Tidak menutup kemungkinan ada kasus yang sama,” katanya.

Pantauan Jawa Pos Radar Madura, tembakau Jawa yang  disita itu masih dibiarkan di atas truk. Tembakau rajangan dari Bojonegoro itu berwarna cokelat pekat. Tembakau itu  bakal dijadikan campuran un  tuk mendapatkan keuntungan lebih. (radar)