Foto Mesra Oknum Anggota Dewan Beredar di Medsos

PAMEKASAN – Status terhormat yang melekat pada anggota DPRD Pamekasan sedang diuji. Di media sosial (medsos), beredar foto oknum anggota dewan bermesraan dengan seorang perempuan. Terlihat jelas ada kemesraan dalam foto itu.

Bahkan ada foto yang menunjukkan oknum anggota dewan itu tidur bersama perempuan tersebut  dalam satu kamar hotel. Di kalangan wartawan dan aktivis, wajah perempuan berjilbab itu tidak asing. Perempuan tersebut berinisial  AMCS.

Dia warga Kecamatan Pademawu, Pamekasan. Rumah AMCS ternyata masih satu desa dengan oknum anggota dewan yang tercatat sebagai kader partai berlambang Kakbah. AMCS sama sekali tak menampik foto-foto yang beredar luas di medsos adalah dirinya.

Tapi dia mengaku tidak tahu  siapa yang menyebarkan foto-foto tersebut. Dia mengatakan,  foto kenangan bersama  ketua Komisi III DPRD Pamekasan itu disimpan dalam akun pribadinya. ”Foto itu diambil sekitar Januari lalu. Saat saya diajak  kunjungan kerja tembakau ke Kenjeran, Surabaya,” ucap AMCS kepada Jawa Pos Radar Madura, kemarin (16/3).

Perempuan 32 tahun itu mengaku memiliki hubungan khusus dengan oknum anggota  dewan berinisil IS. Bahkan AMCS menyatakan sudah menikah siri tanpa sepengetahuan  istri pertama IS.  ”Yang saya sesalkan, sekarang dia tidak bertanggung jawab dan menghilang begitu saja. Padahal awalnya dia baik. Tapi belakangan ini saya dicampakkan.  Siapa sih perempuan yang  mau digituin,” ujar AMCS.

Sebelumnya, dia mengaku sering ditelepon, SMS, BBM, lebih  dulu oleh IS. Bisa dibilang, kata AMCS, IS sangat baik dan mesra. Hingga akhirnya dia diajak nikah siri oleh IS. Waktu itu, akad nikahnya di sekitar jalan raya  akses Suramadu di tempat sepi. Dia mau diajak nikah siri lantaran dijanjikan dipenuhi kebutuhan hidupnya. Karena itulah, dia mau dan luluh.

”Yang menikahkan teman-teman dia. Di sekitar Suramadu, diajak ke tempat sepi. Saya nggak tahu, pokoknya semuanya teman-teman  dia,” beber AMCS.  Kini, hampir setengah bulan dia tidak diberi nafkah. Dia merasa terancam karena  beberapa pekan lalu IS menelepon dengan nada mengancam.

”Ada bahasa-bahasa  mengancam gitu. Tapi saya  tidak gentar. Apabila terjadi sesuatu pada saya, pasti dia pelakunya,” ungkapnya. AMCS tidak takut. Pasalnya, perempuan yang menjadi korban bujuk rayu IS bukan hanya  dia. Masih ada perempuan-perempuan lain. Hanya saja, yang lain belum berani mengungkap kebusukan IS.

”Saya hanya bagian kecil. Nanti pasti banyak yang bermunculan. Saat ini bukan persoalan nafkah, tapi soal tengka. Masak sudah dapat  manis-manisnya, terus dicampakkan,”  ujarnya.  Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Pamekasan Taufikurrahman mengaku tidak bisa  memberikan penilaian terkait  beredarnya foto oknum anggota dewan itu. Selama belum  ada bukti kuat, pihaknya tidak  akan memproses.  Bisa saja, kata dia, foto itu  tidak asli.

”Jujur kami baru tahu. Sejauh ini belum ada laporan resmi dari korban,”  ucapnya diplomatis.  Jika ternyata terbukti ada pelanggaran, oknum anggota dewan akan disanksi sesuai  ketentuan. Menyikapi masalah foto tersebut, BK tidak bisa  berandai-andai.

”Kalau pelanggarannya  ada, jelas akan ditindak. Tapi semoga tidak ada  apa-apa,” katanya.  Ketua DPRD Pamekasan  Halili Yasin mengaku kaget melihat sosok dalam foto itu adalah IS. Tapi sebagai pimpinan dewan dia tidak bisa memberikan kesimpulan.  Alasannya, foto tersebut belum  terjamin keasliannya.

”Jika benar itu IS, biasanya partai yang mengambil  sikap. Fraksi juga. Lihat  saja nanti. Kami belum bisa memberikan komentar lebih jauh,” katanya. Ketua DPC PPP Pamekasan KH Nawawi sangat menyayangkan jika dalam foto  itu benar IS.

Sebagai pengurus  partai, pihaknya masih mau  mendalami foto-foto tersebut.  Informasi yang berkembang, di foto itu istri siri IS dan  mendapat persetujuan dari  istri pertama. ”Tapi jika ada  pelanggaran, partai akan bertindak tegas,” katanya.

Kemarin, IS tidak masuk kantor.  Padahal biasanya, dia ada di ruang Komisi III DPRD Pamekasan. Bahkan ada laporan, beberapa pekan terakhir ini IS jarang terlihat  di gedung legislatif. Berusaha dihubungi melalui telepon, tidak ada respons. (radar)